Banjir Landa Aceh
539 Nakes dan 33 Tim EMT Terpadu Diterjunkan ke Seluruh Lokasi Bencana di Aceh
Selain itu, sebanyak 33 unit Emergency Medical Team (EMT) Terpadu turut dikerahkan khusus untuk menangani kasus kedaruratan medis di titik-titik
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Aceh mengerahkan 539 tenaga kesehatan dalam 55 tim serta 33 Emergency Medical Team (EMT) Terpadu..
- Dari 65 rumah sakit dan 309 Puskesmas yang dipantau di 18 kabupaten/kota, sebanyak 62 rumah sakit dan 279 Puskesmas telah kembali beroperasi normal guna melayani penyintas bencana.
- Distribusi obat-obatan, PMT untuk ibu hamil dan balita di 13 daerah, serta bantuan 80 koli obat dari Malaysia diperkuat dengan kehadiran 573 relawan medis lintas sektor.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Saat ini sebanyak 539 nakes yang terhimpun dalam 55 tim telah diterjunkan secara tersebar ke sembilan kabupaten/kota terdampak bencana.
Selain itu, sebanyak 33 unit Emergency Medical Team (EMT) Terpadu turut dikerahkan khusus untuk menangani kasus kedaruratan medis di titik-titik paling kritis.
Mereka memberikan layanan di Pidie Jaya, Bireuen, hingga Aceh Tenggara.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) merilis data resmi terkait percepatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Hingga Kamis (18/12/2025), upaya pemulihan difokuskan pada aktivasi fasilitas kesehatan, distribusi obat-obatan, hingga pengerahan ratusan tenaga medis ke wilayah-wilayah terdampak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, menjelaskan bahwa data ini mencakup kondisi infrastruktur kesehatan di 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana.
Baca juga: Dirreskrimsus Polda Kepri Bantu Korban Banjir Bandang Aceh Tenggara
Berdasarkan validasi data terbaru di bidang logistik dan sub-klaster pelayanan kesehatan, tercatat total ada 65 rumah sakit dan 309 Puskesmas yang masuk dalam pantauan.
“Sebagian besar fasilitas kesehatan di wilayah terdampak kini telah kembali berfungsi normal untuk melayani masyarakat.
Hingga kini, tercatat sebanyak 62 unit Rumah Sakit dan 279 Puskesmas dilaporkan sudah beroperasi aktif secara penuh.
Pemulihan fungsi layanan kesehatan ini menjadi prioritas utama guna memastikan para penyintas bencana mendapatkan penanganan medis yang memadai,” ucap Sekda Aceh, M Nasir, Kamis (18/12/2025).
Selain aktivasi fasilitas fisik, Pemerintah Aceh juga telah merampungkan distribusi bantuan obat-obatan dan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi kelompok rentan.
Khususnya ibu hamil dan balita, di 13 kabupaten/kota.
Baca juga: Injakkan Kaki di Kampung yang Hancur Lebur di Aceh Tamiang, Tangisan Kak Na Pecah
Wilayah sasaran tersebut meliputi Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, Pidie, hingga Aceh Besar.
Guna memperkuat stok logistik medis, M Nasir menambahkan bahwa selain pasokan nasional, bantuan internasional berupa 80 koli obat-obatan dari Malaysia juga telah disalurkan secara merata ke 18 kabupaten/kota di seluruh Aceh.
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
| Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
| Tim BNPB Data Lokasi Pembangunan Rumah Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekda-Aceh-M-Nasir-0512.jpg)