Minggu, 26 April 2026

Banjir Landa Aceh

Beredar di Media Sosial, Aksi Emak-emak di Aceh Timur Hadang Mobil Pengangkut Gas LPG

Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit, terlihat ibu-ibu berkumpul di pinggir jalan menghadang mobil truk pembawa gas LPG dengan melambai...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Aksi & penghadangan truk pengangkut LPG 3 Kilogram oleh emak-emak di Desa Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur berujung pada penjualan di pinggir jalan, Jum'at (19/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Video viral memperlihatkan emak-emak di Desa Alue Alue Lhok (Alue Nireh), Peureulak Timur, Aceh Timur, menghadang truk pengangkut LPG 3 kilogram pada Jumat (19/12/2025).
  • Dalam video itu, ibu-ibu melambai bendera merah putih & berteriak meminta sopir berhenti.
  • Awalnya sopir enggan turun, namun ia akhirnya melayani permintaan mereka.
  • Tujuan penghadangan bukan untuk menjarah, melainkan warga kesulitan mendapatkan LPG pasca banjir.
  • Sopir akhirnya menjual gas di lokasi hingga habis terjual.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Beredar vedio di media sosial, aksi unik yang dilakukan emak-emak di Desa Alue Alue Lhok atau dikenal dengan Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, menghadang truk pengangkut gas LPG 3 kilogram.

Aksi tersebut diketahui terjadi pada Jum'at (19/12/2025), sekitar pukul 11.30 WIB.

Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit, terlihat ibu-ibu berkumpul di pinggir jalan menghadang mobil truk pembawa gas LPG dengan melambai bendera merah putih.

"Hana lewat-hana lewat, troen troen, (ngngak bisa  lewat, turun-turun)," ujar para ibu-ibu dalam video tersebut.

Kemudian sang sopir membuka kaca mobil dan berseru.

"Neuhoi keuchik, keuno, (panggil kepala desa ke mari)," ujar sopir truk tersebut.

Awalnya sang sopir tidak mau ke luar, namun melihat banyaknya massa dari emak-emak yang membawa tabung serta berkerumun langsung di sekitar truk tersebut, sopir terpaksa turun untuk meladeninya. 

Menariknya, emak-emak memberhentikan mobil tersebut bukan ingin menjarah, tetapi ingin membeli gas.

Tindakan tersebut dilakukan karena sulitnya mencari gas LPG di seluruh Aceh Timur pasca bencana banjir.

Setelah berbicara panjang lebar, sopir pengangkut LPG 3 kilogram ini, terpaksa menjual gas di lokasi tersebut hingga gas habis terjual.

Baca juga: Penyaluran Gas Elpiji di Aceh Besar Baru 57 Persen, Masyarakat Diminta Bijak 

Diketahui, tidak ada yang dirugikan dalam aksi tersebut. 

Kedua belah pihak saling mendapat keuntungan, setelah mendapat gas para ibu-ibu kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Serambinews.com mencoba konfirmasi pihak terkait mulai dari Camat Peureulak Timur hingga perangkat desa setempat.

Namun hingga saat ini, belum ada jawaban resmi dari pemerintah kecamatan dan desa, terkait aksi penghadangan tersebut.(*)

 

 

 


 
 
 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved