Banjir Landa Aceh
Beredar di Media Sosial, Aksi Emak-emak di Aceh Timur Hadang Mobil Pengangkut Gas LPG
Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit, terlihat ibu-ibu berkumpul di pinggir jalan menghadang mobil truk pembawa gas LPG dengan melambai...
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Video viral memperlihatkan emak-emak di Desa Alue Alue Lhok (Alue Nireh), Peureulak Timur, Aceh Timur, menghadang truk pengangkut LPG 3 kilogram pada Jumat (19/12/2025).
- Dalam video itu, ibu-ibu melambai bendera merah putih & berteriak meminta sopir berhenti.
- Awalnya sopir enggan turun, namun ia akhirnya melayani permintaan mereka.
- Tujuan penghadangan bukan untuk menjarah, melainkan warga kesulitan mendapatkan LPG pasca banjir.
- Sopir akhirnya menjual gas di lokasi hingga habis terjual.
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Beredar vedio di media sosial, aksi unik yang dilakukan emak-emak di Desa Alue Alue Lhok atau dikenal dengan Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, menghadang truk pengangkut gas LPG 3 kilogram.
Aksi tersebut diketahui terjadi pada Jum'at (19/12/2025), sekitar pukul 11.30 WIB.
Dalam video yang berdurasi sekitar 2 menit, terlihat ibu-ibu berkumpul di pinggir jalan menghadang mobil truk pembawa gas LPG dengan melambai bendera merah putih.
"Hana lewat-hana lewat, troen troen, (ngngak bisa lewat, turun-turun)," ujar para ibu-ibu dalam video tersebut.
Kemudian sang sopir membuka kaca mobil dan berseru.
"Neuhoi keuchik, keuno, (panggil kepala desa ke mari)," ujar sopir truk tersebut.
Awalnya sang sopir tidak mau ke luar, namun melihat banyaknya massa dari emak-emak yang membawa tabung serta berkerumun langsung di sekitar truk tersebut, sopir terpaksa turun untuk meladeninya.
Menariknya, emak-emak memberhentikan mobil tersebut bukan ingin menjarah, tetapi ingin membeli gas.
Tindakan tersebut dilakukan karena sulitnya mencari gas LPG di seluruh Aceh Timur pasca bencana banjir.
Setelah berbicara panjang lebar, sopir pengangkut LPG 3 kilogram ini, terpaksa menjual gas di lokasi tersebut hingga gas habis terjual.
Baca juga: Penyaluran Gas Elpiji di Aceh Besar Baru 57 Persen, Masyarakat Diminta Bijak
Diketahui, tidak ada yang dirugikan dalam aksi tersebut.
Kedua belah pihak saling mendapat keuntungan, setelah mendapat gas para ibu-ibu kemudian pulang ke rumah masing-masing.
Serambinews.com mencoba konfirmasi pihak terkait mulai dari Camat Peureulak Timur hingga perangkat desa setempat.
Namun hingga saat ini, belum ada jawaban resmi dari pemerintah kecamatan dan desa, terkait aksi penghadangan tersebut.(*)
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
| Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap |
|
|---|
| Mendagri Kirim 7 Alat Berat Untuk Pemulihan Aceh Tengah dari Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Aksi-penghadangan-truk-pengangkut-LPG-3-Kilogram-oleh-emak-emak.jpg)