Kamis, 28 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Tempuh Perjalanan Ekstrem, Satgas Pramuka dan Saka Bhayangkara Polres Abdya Tembus Gayo Lues 

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Abdya, Usmadi Minggu (21/12/2025) mengatakan, Kampung Pasir dan Kampung Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
KORBAN BANJIR - Tim Satgas Pramuka dan Saka Bhayangkara Aceh Barat Daya (Abdya) membagikan BBM kepada warga Kampung Pasir dan Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, Minggu (21/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Tim Satgas Pramuka dan Saka Bhayangkara Polres Abdya berhasil menembus Kampung Pasir dan Uyem Beriring, Gayo Lues.
  • Dua kampung tersebut rusak parah parah, ratusan rumah hanyut, fasilitas umum dan sarana ibadah hancur, listrik serta jaringan komunikasi lumpuh, dan warga masih trauma serta mengungsi.
  • Tim menyalurkan bantuan logistik dan BBM, sekaligus mencatat kebutuhan mendesak warga, termasuk kondisi anak-anak yang tidak bisa bersekolah karena bangunan sekolah rusak total.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Tim Satgas Pramuka dan Saka Bhayangkara Polres Aceh Barat Daya (Abdya) Peduli di bawah komando Ketua Harian Kwarcab Pramuka Abdya, Usmadi, dan Korlak Suherman berhasil menembus Kampung Pasir dan Uyem Beriring Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, setelah menempuh perjalanan ekstrem dan penuh tantangan, Sabtu (20/12/2025).

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Abdya, Usmadi Minggu (21/12/2025) mengatakan, Kampung Pasir dan Kampung Uyem Beriring, Kecamatan Tripe Jaya merupakan dua kampung terparah akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu. 

Usmadi, menyebutkan kedua kampung tersebut khususnya Kampung Pasir, dari 6 dusun hanya 1 dusun yang tersisa.

Bahkan, penduduk dua kampung tersebut masih trauma dan was-was, mereka sebagian besar mengungsi di tempat keluarga yang ada di Tripe Jaya dan Terangun.

Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari sejumlah tokoh masyarakat, pasca bencana, kondisi di Tripe Jaya dan Terangun dalam keadaan gelap gulita akibat listrik belum menyala, jaringan internet belum dapat diakses, air tidak berfungsi, gas, dan BBM sulit didapatkan. 

"Akibat banjir bandang, semua fasilitas umum dan sarana ibadah hancur dan tidak dapat digunakan lagi," kata Usmadi.

Baca juga: FK Umuslim dan IDI Bireuen Gelar Pelayanan Kesehatan Lengkap Bagi Korban Banjir di Kuala Ceurape

Pada kesempatan itu, Tim Satgas Pramuka Peduli Abdya menyerahkan bantuan kepada Keuchik Kampung Pasir, Tuah, dan Keuchik Kampung Uyem Beriring, Ali Zaini yang disaksikan sebagian masyarakat setempat.

350 Rumah Hanyut, 1 Remaja Meninggal

Dari keterangan kedua Keuchik tersebut, ucap Usmadi, sekitar 350 unit rumah penduduk hanyut tersapu banjir di dua kampung tersebut. 

"Selain menyerahkan bantuan bahan pokok dan kebutuhan lainnya, kami juga membagikan sedikit BBM kepada pengendara sepeda motor pada dua kampung tersebut," ujarnya.

Usmadi menjelaskan, tiga hari setelah banjir bandang, Kampung Uyem Beriring, terisolir dikarenakan jembatan penghubung ambruk disapu banjir, sehingga warga setempat kehabisan persediaan bahan makanan.

"Dari cerita yang kita dapatkan di lokasi, ada aksi nekat tiga remaja yang mengarungi arus deras sungai. Mereka adalah Robusin, Ilham Maulana, dan Syidang. 

Mereka nekat berenang menembus air sungai Tripe Jaya untuk mencari dan mendapatkan bahan makanan ke seberang yang sudah memasuki wilayah Terangun," ujarnya. 

Baca juga: Stabilitas Sosial dan Peran Sekda Aceh Dinilai Sangat Menentukan Pemulihan Pascabencana

Akibat aksi nekat tersebut, kata Usmadi, dua orang selamat dan satu orang terseret arus atas nama Robusin, dan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

"Kita sempat mengunjungi Syidang korban yang selamat dan masih dirawat di Puskesmas Terangun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved