Kamis, 11 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Banyak Akun Medsos Hina Aceh saat Bencana

postingan juga ada yang menghujat dan menghina masyarakat Aceh yang saat ini sedang tertimpa musibah bencana banjir dan tanah lonsor

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com
PRESIDEN JANGAN HAMBAT PERAN INTERNASIONAL – Ketua Komisi I DPRA Tgk Muharuddin, meminta Presiden Prabowo Subianto tidak menghambat dan peran dunia internasional dalam membantu penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Rabu (17/12/2025). 

“Begitu juga peran Radio Rimba Raya yang menyuarakan Indonesia masih ada, sumbangan minyak dan gas Aceh untuk pembangunan Indonesia, serta masih banyak lainnya. Apa belum cukup perjuangan dan pengorbanan masyarakat Aceh?" pungkasnya.(ra)

Peran Sekda Aceh Sangat Menentukan Pemulihan Pascabencana

Akademisi sekaligus pengamat politik Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Effendi Hasan MA menilai kondisi stabilitas sosial dan peran penting Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir, sangat menentukan pemulihan pascabencana di Tanah Rencong. 

“Menurut saya saat ini Aceh membutuhkan kerja kolaboratif, bukan energi yang habis untuk polemik,” kata Effendi Hasan, dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).

Effendi juga menyampaikan dukungannya terhadap Sekda Aceh dalam upaya penanganan masyarakat terdampak bencana serta proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

Menurutnya, Sekda telah menjalankan fungsinya dengan sangat baik dan profesional dalam penangganan bencana yang melanda Aceh. Selain itu, Sekda juga sangat mampu mengimbangi gerak Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem di lapangan dalam menangani dampak bencana.

Dalam situasi krisis dan darurat kemanusiaan, sambung Effendi, hal paling krusial adalah menjaga fokus kolektif masyarakat Aceh agar tidak terpecah oleh isu-isu yang bersifat tidak produktif. “Semua elemen masyarakat seharusnya tidak kehilangan fokus dan justru memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, termasuk dengan Pak Sekda Aceh, dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.

Effendi mengungkap, Sekda Aceh memiliki peran strategis sebagai pengendali administrasi pemerintahan dan koordinasi lintas sektor, terutama dalam memastikan efektivitas penyaluran bantuan, pemulihan layanan publik, serta percepatan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Wakil Dekan Bidang Akademik Fisip USK itu juga mengingatkan bahwa secara teoritis dan empiris, fase pascabencana adalah periode paling rentan terhadap kegagalan tata kelola apabila tidak ditopang oleh stabilitas sosial dan kepercayaan publik.

“Rehabilitasi dan rekonstruksi bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal kepercayaan, koordinasi, dan ketenangan sosial. Jika energi publik terjebak pada hal-hal lain yang tidak substansial, maka proses pemulihan akan berjalan lambat dan tidak optimal,” jelasnya.

Oleh karena itu, Effendi mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk bersatu dalam satu solidaritas atas nama rakyat Aceh guna membela dan fokus membantu kepentingan korban bencana di atas kepentingan lain. 

“Fokus pada urusan kemanusiaan adalah sikap paling bijaksana dalam situasi seperti ini. Aceh pernah melewati masa-masa sulit, dan kita tahu bahwa kolaborasi adalah kunci untuk bangkit,” pungkasnya.(ra)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved