Minggu, 3 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Banyak Akun Medsos Hina Aceh saat Bencana

postingan juga ada yang menghujat dan menghina masyarakat Aceh yang saat ini sedang tertimpa musibah bencana banjir dan tanah lonsor

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com
PRESIDEN JANGAN HAMBAT PERAN INTERNASIONAL – Ketua Komisi I DPRA Tgk Muharuddin, meminta Presiden Prabowo Subianto tidak menghambat dan peran dunia internasional dalam membantu penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Rabu (17/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Platform TikTok marak beredar postingan-postingan yang mengandung ujaran kebencian yang menyudutkan Aceh
  • Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengambil langkah tegas
  • Dr Effendi Hasan MA menilai kondisi stabilitas sosial dan peran penting Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir, sangat menentukan pemulihan pascabencana di Tanah Rencong. 

“Bisa saja karena perang di medsos ini dibiarkan, akan menimbulkan gejolak sosial lainnya. Apalagi saat ini masyarakat Aceh menilai pemerintah pusat setengah hati menangani korban bencana Aceh. Tgk Muharuddin, Ketua Komisi I DPRA 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Belakangan ini sejumlah akun media sosial khususnya pada platform TikTok marak beredar postingan-postingan yang mengandung ujaran kebencian yang menyudutkan Aceh

Lebih parahnya, beberapa postingan juga ada yang menghujat dan menghina masyarakat Aceh yang saat ini sedang tertimpa musibah bencana banjir dan tanah lonsor. 

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin, mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengambil langkah tegas.

"Kami sangat menyayangkan ini bisa terjadi. Seharusnya kita semua seluruh masyarakat Indonesia berempati dan saling bahu-membahu membantu para korban yang sedang dilanda musibah. Bukan menambah derita para korban dengan melontarkan kata-kata yang tidak pantas. Di mana hati nurani kita?,” kata Tgk Muharuddin, kepada Serambi, Minggu (21/12/2025). 

Politisi Partai Aceh itu mengungkap, beberapa postingan dan komentar yang diketahuinya itu beredar di medsos sangat bernada provokatif, serta bisa mempengaruhi psikologis masyarakat Aceh, khususnya para korban bencana yang hari ini jutaan orang masih berada di pengungsian.

"Ada yang berkomentar 'Ooo banjirnya di Aceh ya? kirain di Indonesia'. Ada juga yang berkomentar 'Ngapain minta bantu Presiden Indonesia? Kan Negara Aceh Ada Presiden Sendiri',” ujarnya. 

“Belum lagi postingan dan komentar-komentar lain yang sangat parah seperti menuding masyarakat Aceh pencuri karena ada isu hilangnya bantuan 80 ton, serta tudingan korban bencana di Aceh tidak tahu berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah pusat dan hanya membangga-banggakan bantuan internasional. Ini semuanya hoaks yang menyudutkan Aceh," jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menangkap banyak komentar-komentar dengan nada sinis yang meminta Aceh untuk segera pisah dengan Indonesia karena dinilai telah memalukan Indonesia akibat mengemis bantuan asing. 

Persoalan ini, kata Tgk Muharuddin, tidak bisa dianggap sepele dan terus-terusan dibiarkan. Hal ini berpotensi "mematik api" dan bisa membuat kemarahan masyarakat Aceh meledak, sehingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.

"Bisa saja karena perang di medsos ini dibiarkan, akan menimbulkan gejolak sosial lainnya. Apalagi saat ini masyarakat Aceh menilai pemerintah pusat setengah hati menangani korban bencana Aceh. Ini terlihat sampai sekarang sudah tiga minggu lebih bencana terjadi, masih ada daerah terisolir dan banyak korban yang minim bantuan," ungkap mantan ketua DPRA ini. 

Untuk itu, Tgk Muharuddin mendesak Komdigi RI untuk mengambil langkah tegas dengan memblokir akun-akun yang menebar postingan dan komentar mengandung ujaran kebencian, khususnya terkait SARA (Suku, Ras, dan Agama).

Minta kominsa surati komdigi  

Di sisi lain, Tgk Muharuddin juga meminta Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Aceh untuk bersurat secara resmi ke Komdigi terkait permasalah tersebut. 

"Perlu diketahui bahwa jasa-jasa Aceh terdahulu kepada masyarakat Indonesia sangat besar, di mana Aceh yang merupakan sebuah negara berdaulat dengan ikhlas membantu Indonesia merdeka, serta menyumbangkan emas dan pesawat.”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved