Banjir Landa Aceh
Mualem Minta Percepatan Rehabilitasi Jalan Nasional dan Jembatan Pascabanjir
Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem meminta percepatan rehabilitasi infrastruktur jalan nasional dan jembatan yang rusak akibat banjir dan banjir
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:Kerusakan infrastruktur yang terjadi, terutama jalan dan jembatan, membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia
Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem meminta percepatan rehabilitasi infrastruktur jalan nasional dan jembatan yang rusak akibat banjir dan banjir bandang di Aceh Tenggara agar segera kembali normal.
Menurut Mualem, setiap musibah bencana alam yang menimpa Aceh tentu memiliki hikmah.
Namun, kerusakan infrastruktur yang terjadi, terutama jalan dan jembatan, membutuhkan penanganan cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama.
Baca juga: Kapolda Aceh Patroli Udara Pantau Langsung Situasi Pascabanjir
“Kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan memang membutuhkan waktu untuk diperbaiki. Namun, kami meminta dinas terkait, termasuk Kementerian PUPR dan Kementerian PKP, agar rehabilitasi dipercepat supaya kondisi kembali normal,” ujar Mualem saat meninjau lokasi banjir bandang di Jembatan Mbarung, Jembatan Natam, Lawe Penanggalan, serta lokasi pengungsian di Desa Leuser, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Sabtu (20/12/2025).
Mualem menyebutkan, terdapat tiga poin utama yang harus segera dilakukan pascabencana.
Pertama, penyaluran bantuan sembako bagi korban banjir dan banjir bandang. Kedua, rehabilitasi dan perbaikan infrastruktur, termasuk normalisasi sungai, pembangunan kembali jembatan penghubung, serta perbaikan jalan nasional agar mobilitas masyarakat segera pulih.
Ketiga, penanganan hunian warga terdampak bencana.
“Untuk sementara, korban membutuhkan hunian sementara atau tenda-tenda pengungsian yang layak dan nyaman agar mereka bisa beristirahat dengan baik. Apalagi dalam waktu dekat kita akan memasuki bulan suci Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi ST MM, menyampaikan bahwa jumlah korban banjir bandang di Kecamatan Ketambe yang mengungsi mencapai 456 Kepala Keluarga (KK) atau 1.243 jiwa.
Sedangkan warga terdampak banjir bandang tercatat sebanyak 767 KK atau 2.699 jiwa.
Korban mengungsi terbanyak berada di Desa Ketambe, yakni 77 KK atau 285 jiwa. Disusul Desa Lawe Penanggalan sebanyak 51 KK atau 177 jiwa, Desa Jambur Laklak 37 KK atau 119 jiwa, Desa Bener Bepapah 17 KK atau 53 jiwa, Desa Jati Sara 9 KK atau 35 jiwa, Desa Kati Maju 3 KK atau 11 jiwa, Desa Penungkunan 25 KK atau 75 jiwa, serta Desa Lawe Aunan 8 KK atau 34 jiwa.(*)
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Maualem-74urhr.jpg)