Kamis, 9 April 2026

Banjir Landa Aceh

100 Rumah Hilang di Lapang Aceh Utara, BNPB Distribusikan Tenda Darurat

Kepala Dusun Malem Diwa Gampong Kuala Cangkoi, Feriadi, menyebutkan 100 rumah warga hilang disapu banjir, 85 lainnya rusak.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Safriadi Syahbuddin
DOK BNPB/TIDAK ADA
TENDA DARURAT - Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan tenda pengungsian untuk korban bencana hidrometeorologi di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (21/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • BNPB mendistrbusikan 50 unit tenda keluarga dan satu set tenda pengungsian untuk korban bencana hidrometeorologi di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (21/12/2025).
  • Salah satu desa yang terdampak parah akibat banjir bandang di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, adalah Gampong Kuala Cangkoi. Sebanyak 100 rumah warga hilang disapu banjir, dan 85 rumah lainnya rusak.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendistrbusikan 50 unit tenda keluarga dan satu set tenda pengungsian untuk korban bencana hidrometeorologi di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (21/12/2025).

Selain tenda, BNPB juga menyalurkan bantuan 24 unit kasur lipat, 60 matras, 20 kotak perlengkapan medis, serta satu unit mesin air lengkap dengan perangkat pendukungnya.

Upaya itu dilakukan untuk memastikan korban memiliki tempat yang layak untuk beristirahat selama masa tanggap darurat.

Untuk diketahui, salah satu desa yang terdampak parah akibat banjir bandang di Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, adalah Gampong Kuala Cangkoi.

Kepala Dusun Malem Diwa Gampong Kuala Cangkoi, Feriadi, menyebutkan 100 rumah warga hilang disapu banjir. Sementara 85 rumah lainnya rusak.

“Rumah yang hilang di sini 100 unit dan mengalami kerusakan 85 unit. Karena itu masyarakat masih bertahan di tenda pengungsian,” kata Feriadi.

Ia menambahkan, sampai saat ini masih banyak masyarakat mengungsi di pesisir pantai yang dianggap sebagai salah satu lokasi aman.

Selain itu pengungsian juga berpusat di meunasah dan musalla.

Dengan adanya bantuan tenda dari BNPB, kata Feriadi, korban banjir bandang sangat bersyukur karena sebelumnya tinggal di bawah tenda terpal seadanya, kini sudah bisa menempati tenda yang lebih nyaman.

“Kita berharap ke depan pemerintah juga segera memperbaiki kerusakan lahan dan halaman rumah warga yang kini sudah menjadi muara sungai baru, untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat yang dominan berprofesi sebagai nelayan, petani dan petambak,” ujarnya.

Dikatakan Feriadi, hal paling dibutuhkan saat ini oleh masyarakat di Gampong Kuala Cangkoi sekarang ini adalah hunian sementara dan hunian tetap. Mengingat masyarakat di daerah itu mencapai 1.800 jiwa atau 700 kepala keluarga.  

"Logistik yang tersimpan saat ini sudah mulai menipis, mudah-mudahan bisa segera didistribusikan kembali ke gampong kami demi keberlangsungan hidup korban banjir di sini,” paparnya.

Butuh 100 Tenda Lagi

Pimpinan Dayah Darul Muttaqin, Tgk Muzakir atau dikenal Waled Lapang menyebutkan selaku masyarakat terdampak sangat mengucapkan rasa syukur lantaran semua korban bencana besar di Lapang yang mengungsi sudah mendapatkan tenda yang layak untuk ditempati.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved