Rabu, 10 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Danrem Lilawangsa Pastikan Distribusi Logistik Korban Banjir di Aceh Berjalan Optimal

Ia menjelaskan, pada awal terjadinya bencana, sejumlah jalur distribusi terputus akibat longsor sehingga memicu kepanikan di kalangan pedagang.

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok. Penrem
TINJAU JEMBATAN BAILEY - Danrem Ali Imran bersama rombongan meninjau kondisi terkini pembangunan jembatan bailey konveks di KM 57 Wih Pase, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (24/12/2025). 

 

Ringkasan Berita:
  • Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, memastikan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Aceh saat ini telah berjalan optimal
  • Danrem Ali Imran bersama rombongan meninjau langsung kondisi terkini pembangunan jembatan Bailey konveks di Kilometer 57 Wih Pase, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.
  • Jembatan tersebut menjadi salah satu akses vital yang sebelumnya terputus akibat longsor.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, memastikan distribusi logistik bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Provinsi Aceh saat ini telah berjalan optimal, meskipun beberapa akses jalan masih dalam tahap perbaikan.

“Bantuan untuk masyarakat korban bencana alam terus disalurkan dan berangsur optimal. Khususnya di daerah-daerah terdampak, distribusi logistik sudah dapat dilakukan,” ujar Danrem saat ditemui pada Rabu (24/12/2025).

Danrem Ali Imran bersama rombongan meninjau langsung kondisi terkini pembangunan jembatan Bailey konveks di Kilometer 57 Wih Pase, Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

Jembatan tersebut menjadi salah satu akses vital yang sebelumnya terputus akibat longsor.

Baca juga: Banjir Luapan Terjang Jeunieb, Keuchik Beberkan Penyebab & Minta Solusi Ini

Menanggapi beredarnya video viral yang memperlihatkan warga berjalan kaki untuk mendapatkan bantuan, Danrem menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut tidak sepenuhnya benar.

Ia menjelaskan, pada awal terjadinya bencana, sejumlah jalur distribusi terputus akibat longsor sehingga memicu kepanikan di kalangan pedagang.

“Pada awal kejadian, beberapa titik akses terputus. Warga terpaksa berjalan kaki untuk menjemput barang dagangan rutin yang sudah datang dari luar daerah karena kendaraan belum bisa melintas,” jelasnya.

Terputusnya akses jalan tersebut juga berdampak pada kenaikan harga barang secara signifikan.

Meski kebutuhan dasar warga terdampak bencana tetap terpenuhi melalui bantuan, gangguan distribusi menyebabkan para pemasok menjual barang dengan harga lebih tinggi.

Baca juga: Pante Lhong Dihantam Banjir Bandang, Usaha Ekonomi Warga Lumpuh Total

“Secara global, kondisi ini berimbas kepada masyarakat yang tidak terdampak langsung. Harga barang naik drastis karena distribusi terganggu, sehingga menyulitkan warga memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah Danrem.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi dan tayangan video yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.

“Negara hadir. Ada TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang terus bekerja membantu rakyat. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat, khususnya di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Danrem juga mengajak masyarakat untuk menghadapi bencana dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Bencana ini tidak untuk ditangisi, tetapi dihadapi bersama. Bukan waktunya saling menyalahkan. Kami tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya maksimal demi rakyat,” pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved