Minggu, 31 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Penanganan Bencana di Aceh Utara Lamban

Bupati Aceh Utara Ismail, A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa menilai, penanganan bencana hingga kini masih berjalan lamban.

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI PASE EDISI JUMAT 20251226 

Kemudian, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat melakukan peninjauan korban banjir di Kecamatan Langkahan, Selasa (16/12/2025), juga menyampaikan banjir bandang melanda Aceh Utara parah. Selain itu, juga sejumlah pejabat lainnya yang turun ke Aceh Utara juga menyampaikan hal serupa.

“Semua pejabat yang berkunjung ke Aceh Utara menyatakan banjir kali ini lebih parah. Tapi sampai sekarang penanganan masih sangat lamban karena bantuan belum memadai,” ujar Ayahwa.

Ayahwa mengungkapkan, hingga hari ke-27 pascabanjir, masih terdapat warga yang belum memiliki tenda pengungsian yang layak, serta sejumlah kawasan yang masih terisolasi akibat rusaknya akses jalan.

“Ini yang terus kami sampaikan. Tanpa dukungan dan intervensi kuat dari Pemerintah Pusat, penanganan dan pemulihan Aceh Utara akan membutuhkan waktu sangat lama,” tegasnya.(jaf)

3.474 Rumah Hilang 

Pemkab Aceh Utara mencatat akibat dari banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang daerah itu puluhah ribu warga kehilangan tempat tinggal dan tak punya rumah.

Data yang dihimpun oleh Pemkab Aceh Utara, sebanyak

  • 72.331 rumah terendam
  • 3.474 rumah warga hilang tak berbekas 
  • 6.234 rusak berat. Kemudian
  • 7.972 rusak sedang
  • 20.886 rusak ringan.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli. Selain kerugian harta benda, korban nyawa pun tak terbilang dialami oleh Aceh Utara. Hingga kini, tercatat 190 warga meninggal dunia, enam hilang, dan ribuan lainnya luka-luka.

Ia menambahkan, banjir dan longsor merendam sekitar 90 persen wilayah Aceh Utara yang mencakup 27 kecamatan dan 852 gampong. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas pemerintahan lumpuh total, sementara akses transportasi darat terputus akibat genangan banjir dan lumpur tebal.

“Fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan pengungsi, distribusi logistik ke seluruh titik pengungsian, pencarian korban meninggal dan hilang, serta pemulihan layanan kesehatan dan jalur transportasi darat agar distribusi bantuan berjalan lancar,” ujarnya.(jaf)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved