Rabu, 3 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Aceh Kembali Diterjang Banjir, Rumah Kembali Berlumpur, Satu Orang Meninggal Terseret Arus

Di sejumlah lokasi, banjir susulan menghantam tempat pengungsian, memicu trauma mendalam di kalangan warga.

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI JUMAT 20251226 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah kabupaten di Aceh kembali dilanda banjir menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan pedalaman sejak sore hari
  • Kepanikan tersebut dipicu trauma banjir bandang yang melanda wilayah itu pada November 2025 lalu
  • Air kembali menggenang, lumpur memenuhi halaman meunasah, dan sejumlah tenda terpaksa dibongkar karena terendam
  • Seorang penumpang ojek asal Gampong Ceumecot, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Abdul Karim (50), meninggal dunia setelah terseret arus air deras

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah kabupaten di Aceh kembali dilanda banjir pada Rabu (24/12/2025) hingga Kamis (25/12/2025), menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan pedalaman sejak sore hari. Luapan sungai dan waduk merendam puluhan gampong di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. 

Bahkan, di sejumlah lokasi, banjir susulan menghantam tempat pengungsian, memicu trauma mendalam di kalangan warga.

Di Kabupaten Pidie Jaya, banjir kembali mengepung puluhan gampong akibat meluapnya sejumlah daerah aliran sungai (DAS), yakni Krueng Meureudu, Krueng Kiran, dan Krueng Jeulanga. Genangan air mulai terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, dan Bandar Dua (Ulee Gle).

“Gampong di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua kembali banjir, ketinggian air sekitar 30 hingga 50 sentimeter,” ujar Abdullah Gani, warga Pidie Jaya, Rabu (24/12/2025).

Warga Berlarian

Keuchik Gampong Blang Awe, Masykur, mengatakan warga sempat panik dan berlarian keluar rumah saat permukaan air Krueng Meureudu meningkat dengan cepat. Kepanikan tersebut dipicu trauma banjir bandang yang melanda wilayah itu pada November 2025 lalu.

“Meningkatnya debit air sungai karena hujan turun terus-menerus sejak sore. Walaupun sempat surut, hujan masih berlangsung. Jika tidak berhenti, banjir bisa kembali terjadi,” katanya.

Sejumlah rumah warga di bantaran sungai juga kembali terendam. Warga pun mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna mengantisipasi luapan susulan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, M Nur, menyampaikan, laporan genangan air antara lain diterimanya dari Gampong Drien Tujoh, Kecamatan Bandar Dua, serta beberapa gampong di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyebut sedikitnya 20 gampong di tiga kecamatan kembali terendam banjir. Wilayah tersebut sebelumnya juga dilanda banjir bandang pada akhir November lalu. “Luapan air sungai sudah menggenangi permukiman warga dan sejumlah fasilitas publik,” ujarnya.

Banjir juga kembali melanda wilayah barat Kabupaten Bireuen sejak Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Kecamatan Samalanga, Simpang Mamplam, Pandrah, Jeunieb, Peulimbang, Peudada, hingga Jeumpa dilaporkan terdampak.

Luapan sejumlah sungai, seperti Krueng Jeunieb, Krueng Nalan Pandrah, dan Krueng Peudada, serta meluapnya beberapa waduk irigasi, menyebabkan puluhan desa sempat tergenang. Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai satu meter, dengan rata-rata sekitar 50 sentimeter.

Armia, warga Gampong Meunasah Tambo, Kecamatan Jeunieb, mengatakan hujan lebat di kawasan pegunungan membuat debit air sungai meningkat drastis dan mengalir deras ke desa-desa di bantaran sungai. “Beberapa ruas jalan tergenang, arus air sangat deras dan membuat warga khawatir,” ujarnya.

Ia menambahkan, banjir tersebut merupakan kejadian ketiga dalam dua pekan terakhir. Hal senada disampaikan Muhammad Dani, warga Kecamatan Pandrah, yang menyebut hujan deras masih mengguyur hingga malam hari.

Rendam Lokasi Pengungsi

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved