Banjir Landa Aceh
Polda Aceh Percepat Pembangunan 100 Sumur Bor di Wilayah Terdampak Bencana
penyediaan air bersih menjadi prioritas utama pascabencana karena banyak fasilitas publik dan sumber air warga mengalami kerusakan
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mempercepat pembangunan 100 titik sumur bor di wilayah terdampak bencana bencana banjir dan tanah longsor sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Program yang dilaksanakan di 18 kabupaten/kota ini lahir dari inisiasi dan kepedulian Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, terhadap penderitaan warga yang saat ini kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
Irjen Marzuki menyatakan bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas utama pascabencana karena banyak fasilitas publik dan sumber air warga mengalami kerusakan.
“Pemberian bantuan sumur bor ini adalah wujud nyata kehadiran kami untuk rakyat. Kami ingin memastikan bahwa dalam situasi sulit sekalipun, negara melalui Polri hadir memberikan solusi.
Kami menargetkan 100 titik di 18 kabupaten agar kualitas hidup warga pasca bencana tetap terjaga,” ujar Irjen Marzuki, Jumat (26/12/2025).
Baca juga: Polda Aceh Bangun 23 Sumur Bor bagi Warga Terdampak Banjir di Tamiang
Program kemanusiaan tersebut berada di bawah koordinasi Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar, sebagai penanggung jawab pelaksana lapangan.
Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 20 titik sumur bor telah selesai dibangun dan dimanfaatkan masyarakat.
Kombes Pol. Deden Supriyatna Imhar menjelaskan, pembangunan sumur bor tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan difokuskan pada lokasi-lokasi strategis dan padat aktivitas warga.
Sasaran pembangunan meliputi fasilitas kesehatan seperti RSUD dan puskesmas, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, serta permukiman warga yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Baca juga: Bibit Siklon Terpantau, BMKG Sebut Aceh Tak Terdampak
“Pembangunan tidak dilakukan secara acak. Kami pastikan sumur bor dibangun di lokasi yang benar-benar membutuhkan dan memberikan manfaat jangka panjang,” katanya.
“Kami bekerja maraton. Saat ini 20 titik sudah on, dan tim di kabupaten-kabupaten lain sedang melakukan pengeboran.
Kami pastikan air yang dihasilkan layak konsumsi dan bermanfaat dalam jangka panjang,” lanjutnya.
Deden menegaskan bahwa proses pengerjaan pada 80 titik sisanya akan terus digenjot agar selesai sesuai target.
Baca juga: 1.000 Praja IPDN Diterjunkan ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara Mulai Januari 2026
Menurut Deden, manfaat program sumur bor ini mulai dirasakan masyarakat.
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
| Tinjau Aceh Tamiang, Safrizal ZA Kebut Realisasi Huntap Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Nagan Sudah Usul Pembangunan Kembali 2 Sekolah Hancur Diterjang Banjir di Beutong Ateuh |
|
|---|
| Tim BNPB Data Lokasi Pembangunan Rumah Korban Banjir di Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Polda-Aceh-Percepat-Pembangunan-100-Sumur-Bor-di-Wilayah-Terdampak-Bencana.jpg)