Banjir Landa Aceh
Sebanyak 2.700 Warga Peudada-Bireuen Masih di Pengungsian
Mereka bertahan di posko pengungsian baik di meunasah, mesjid maupun tenda bantuan BNPB disebabkan rumah mereka ada yang hilang, rusak maupun...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Hingga 27 Desember 2025 atau sudah satu bulan sejak banjir bandang menerjang Bireuen sebanyak 2.700 warga dari berbagai desa di Peudada Bireuen masih di pengungsian.
Mereka bertahan di posko pengungsian baik di meunasah, mesjid maupun tenda bantuan BNPB
disebabkan rumah mereka ada yang hilang, rusak maupun penuh endapan lumpur.
Camat Peudada, Erry Seprinaldi SSTP MSi kepada Serambinews.com, Sabtu (27/12/2025) mengatakan, adapun warga yang masih di pengungsian yaitu, warga Desa Meunasah Pulo sebanyak 1200 jiwa, warga Meunasah Baroh sekitar 800 jiwa.
Kemudian penduduk Desa Neubok Naleung sekitar 500 jiwa, warga Desa Blang Kubu ada 700 orang lebih, warga Desa Garot sekitar 400 orang, warga Desa Ara Bungong ada 600 orang dan warga Desa Lawang sekitar 100 orang.
Para warga ada yang mengungsi di meunasah, masjid maupun tenda bantuan BNPB.
Camat menyebutkan, dari jumlah tersebut sebagian sudah pulang ke rumah karena ada yang rumahnya sudah
bersih, tetapi mereka tetap butuh sembako karena mata pencaharian belum ada sama sekali.
Selain itu, banyak perlengkapan dapur juga rusak maka mereka umumnya makan di dapur umum posko pengungsian.
Baca juga: Nestapa Korban Banjir di Bireuen, Tenda Pengungsian Dihantam Banjir Susulan
Camat menambahkan, dua hari lalu terjadi lagi banjir susulan menerjang kawasan Peudada, dua desa
sangat terdampak lagi yaitu Desa Meunasah Baroh dan Desa Meunasah Pulo Peudada.
Sedangkan desa lainnya hanya sempat tergenang saja dengan ketinggian air sekitar 30 cm.
Sementara dua desa tersebut dekat aliran sungai luapan mencapai 1 meter.
Salah satu solusi mencegah banjir bandang maupun banjir luapan, kata camat salah satu solusinya
diharapkan pemerintah membangun tanggul pengaman tebing sungai di sebelah timur Krueng Peudada, sedangkan sebelah barat sudah dibangun beberapa waktu lalu. (*)
| TRK Minta Pusat Percepat Bangun 647 Huntap Bagi Korban Banjir dan Sekolah di Beutong Ateuh Nagan |
|
|---|
| Enam Bulan Pascabencana, Banyak Infrastruktur Aceh Masih Rusak |
|
|---|
| Banyak Tambak di Bireuen Beralih Fungsi |
|
|---|
| Soal Penanganan Bencana Aceh, Mualem: Aduh, Bandum Butuh Penanganan |
|
|---|
| Sawah Rusak Berat di Pidie Butuh Penanganan Segera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekitar-2700-warga-Peudada-Bireuen-korban-banjir-bandang-masih-berada-di-pengungsian.jpg)