Minggu, 26 April 2026

Banjir Landa Aceh

Jembatan Putus Diterjang Banjir, Dusun Cot Calang di Pedalaman Aceh Utara Masih Terisolir

“Untuk Dusun Cot Calang saat ini benar-benar terisolir. Tidak ada jalur yang bisa dilewati. Yang paling urgent itu akses jembatan darurat dan...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Warga di Dusun Cot Calang, Riseh Tunong, Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara masih terisolasi setelah jembatan menuju kawasan dusun tersebut putus diterjang banjir pada 26 November 2025. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON -  Akses menuju Dusun Cot Calang, Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih terputus akibat kerusakan jembatan pascabanjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Tidak adanya jalur alternatif membuat dusun tersebut terisolir dan belum bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki secara aman.

Anggota DPRK Aceh Utara, Amiruddin kepada Serambinews.com, Sabtu (27/12/2025) mengatakan jembatan menuju Dusun Cot Calang merupakan satu-satunya akses ke luar masuk warga.

Hingga kini, belum ada jalur penghubung yang dapat dilewati, sehingga masyarakat sangat membutuhkan pembangunan jembatan darurat sebagai solusi mendesak.

“Untuk Dusun Cot Calang saat ini benar-benar terisolir. Tidak ada jalur yang bisa dilewati. Yang paling urgent itu akses jembatan darurat dan listrik untuk masyarakat,” ujar Amiruddin.

Ia menyebutkan, jumlah penduduk Dusun Cot Calang mencapai 903 jiwa, terdiri dari 462 laki-laki dan 441 perempuan, yang berasal dari sekitar 220 kepala keluarga (KK).

Seluruh warga terdampak langsung akibat terputusnya akses tersebut, baik untuk kebutuhan logistik, layanan kesehatan, maupun aktivitas ekonomi.

Selain persoalan akses jalan, Amiruddin juga menyoroti kondisi listrik yang masih padam sejak hari terjadinya bencana.

“Listrik belum menyala dari tanggal 26 November 2025 sampai hari ini. Perbaikan juga belum sampai ke dusun ini,” katanya.

Baca juga: Pastikan Stok Logistik, Sekda Aceh Tinjau Posko Pelabuhan Krueng Geukueh

Menurutnya, kondisi jalan menuju dusun tersebut juga masih sama seperti saat bencana terjadi.

Meski pemerintah desa telah berupaya melakukan langkah-langkah awal, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan yang dapat membuka kembali akses warga.

“Usaha dari pihak pemerintah desa sudah ada, tapi belum terjadi perbaikan-perbaikan besar. Akses jalan dan listrik ini yang paling mendesak,” jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi alias Panyang. Ia menyebutkan keterisolasian wilayah membuat warga sangat membutuhkan perhatian lebih, terutama dari sisi layanan kesehatan.

Ia berharap adanya tenaga medis yang diturunkan untuk melakukan pengobatan massal, mengingat keterbatasan akses keluar masuk dusun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved