Banjir Landa Aceh
Masjid Jamik Al Mabrur Samalanga Lenyap Disapu Banjir Bandang
Di lokasi hanya terlihat patahan beton dan rangka bangunan yang berserakan.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Kubah masjid (boh labu) ditemukan terseret arus hingga sekitar 200 meter di aliran Sungai Krueng Batee Iliek.
- Jarak antara pondasi masjid dan dasar sungai diperkirakan mencapai lebih dari tiga meter. Aliran sungai kini melebar dan arus air masih tampak deras
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Masjid Jamik Al Mabrur yang terletak di Desa Cot Meurak Blang, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, hancur total setelah diterjang banjir bandang pada akhir Desember 2025 lalu.
Tidak hanya masjid, meunasah yang berada dalam satu kawasan juga lenyap tanpa sisa.
Amatan Serambinews.com di lokasi, Senin (29/12/2025), menunjukkan kondisi masjid yang nyaris tak menyisakan bentuk bangunan.
Di lokasi hanya terlihat patahan beton dan rangka bangunan yang berserakan.
Area bekas masjid telah dipasangi garis polisi (police line), sementara pintu gerbang besi masjid berhasil diamankan warga dan kini diletakkan di pinggir jalan desa.
Baca juga: Krueng Batee Iliek-Bireuen Semakin Luas, Camat Harap Normalisasi Sungai Cegah Banjir Susulan
Kubah masjid (boh labu) ditemukan terseret arus hingga sekitar 200 meter di aliran Sungai Krueng Batee Iliek.
Jarak antara pondasi masjid dan dasar sungai diperkirakan mencapai lebih dari tiga meter. Aliran sungai kini melebar dan arus air masih tampak deras.
Badruddin, salah seorang panitia masjid, mengatakan bangunan masjid yang berdiri sejak puluhan tahun lalu itu berkonstruksi permanen dan diterjang banjir besar pada Rabu hingga Kamis (26–27/12/2025).
“Bangunan masjid hanya tersisa sedikit di bagian barat, selebihnya habis dibawa banjir. Meunasah juga tidak ada lagi. Peralatan desa seperti belanga, piring, dan perlengkapan lainnya ikut hanyut,” ujarnya.
Sejak masjid hancur, warga Desa Cot Meurak Blang terpaksa melaksanakan Salat Jumat di masjid yang berada di kompleks dayah terdekat.
Menurut Badruddin, masyarakat telah bermusyawarah untuk membangun masjid baru di lokasi lain yang lebih aman, yakni di seberang jalan atau di sebelah barat dari lokasi masjid lama.
“Tanah wakaf seluas 50 x 50 meter sudah tersedia. Namun, tantangan utama kami adalah menggerakkan kembali pembangunan masjid. Kami sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan,” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya jarak masjid dengan sungai mencapai sekitar 300 meter, namun kini lokasi masjid lama telah berubah menjadi alur sungai akibat tergerus banjir.
| Tim Pemkab Nagan dan DPRK Temui Satgas PRR di Kemendagri, Perjuangkan Bantuan Korban Bencana |
|
|---|
| Pemkab Aceh Utara Siapkan 7 Lokasi Huntap |
|
|---|
| Pemkab Sosialisasi Dana Stimulan Bagi Korban Banjir Bandang di Bandarpusaka |
|
|---|
| Diterjang Banjir Puluhan Dapur Bata di Bireuen Hancur, Warga Menjerit Minta Dukungan Pemerintah |
|
|---|
| Banjir Luapan Kepung Pidie Jaya, Jalan Nasional Terganggu Hingga Mobil Terjebak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Banjir-uehjee.jpg)