Banjir Landa Aceh
118 Ribu KK Warga Bireuen Terdampak Banjir, 16 Ribu Rumah Rusak
“Dampak banjir sedikitnya data sementara ada 16 ribu rumah rusak itu, ada 3.000 lebih rusak berat, tidak bisa ditempati lagi dan juga hilang...
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Banjir bandang menerjang Bireuen akhir bulan lalu, menurut data sementara sebanyak 118 ribu kepala keluarga (KK) dan 16 ribu lebih rumah masyarakat berada di 17 kecamatan terdampak banjir bandang atau hydro metereologi.
Hal tersebut disampaikan Bupati, H Mukhlis, Rabu (31/12/2025) dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di pendopo Bupati Bireuen, dalam rangka sinergi dan kolaborasi Pemkab Bireuen dengan pers pasca bencana banjir dan tanah longsor untuk pemulihan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati, Ir H Razuardi, Pj Sekda Hanafiah dan Asisten serta kepala dinas, badan, kantor.
“Dampak banjir sedikitnya data sementara ada 16 ribu rumah rusak itu, ada 3.000 lebih rusak berat, tidak bisa ditempati lagi dan juga hilang dibawa arus banjir dan tanah longsor,” ujarnya.
Kemudian, selama ini hasil panen padi Bireuen surplus, tetapi dampak bencana banjir ini dari 15 ribu hektare lebih sawah, ada sekitar 3 ribu hektare lebih sawah telah tertimbun tanah.
Selain itu juga tujuh irigasi besar yang selama ini menyuplai air ke sawah juga rusak berat, sehingga tidak dapat menyuplai air ke sawah salah satunya yaitu, bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (PP) berada di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, mengairi 6.562 haktare sawah.
Dalam penanganan, pasca banjir, Pemkab Bireuen bersama jajaran dan TNI-Polri, elemen masyarakat, pengusaha, serta semua pihak terkait, telah berupaya melakukan penanganan pertama yaitu membuka seluruh jalan antar desa, kecamatan, kabupaten yang tertimbun lumpur dan tanah dibawa banjir.
Langkah pertama waktu itu mengirim bantuan sembako, membuka akses ke lokasi dan tidak ada lagi lokasi terisolir.
"Setelah itu kita sesuaikan pelayanan dibutuhkan masyarakat di pengungsian, termasuk fasilitas air, walau tidak sempurna sesuai harapan," ungkapnya.
Baca juga: Bangunan Irigasi Lhok Peudeng Samalanga-Bireuen Rusak Dihantam Banjir, Sumber Air Petani Terancam
Angka Kemiskinan Bertambah
Permasalahan sangat berat katanya, adalah penanganan pasca bencana dan dikhawatirkan angka kemiskinan akan bertambah karena masyarakat korban banjir telah kehilangan mata pencaharian.
Begitu juga harga barang yang belum stabil akan mempengaruhi ekonomi masyarakat.
Pemkab Bireuen juga terus berupaya untuk melakukan penanganan pasca bencana, termasuk membantu warga miskin dan kaum duafa yang rumah mereka tertimbun lumpur atau tanah tebal yang tidak mampu
dibersihkan secara manual.
Bupati Mukhlis menambahkan, untuk penanganan berbagai kerusakan yang terjadi ekses bencana banjir,Pemkab Bireuen sudah mengajukan usulan kepada pemerintah untuk mendapat bantuan penanganannya. (*)
Baca juga: Imigrasi Catat Puluhan Relawan Asing Masuk Aceh Bantu Tangani Bencana
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Salah-seorang-warga-Krueng-Beukah-Peusangan-Selatan-Syamsul-Nazar-menangis.jpg)