Berita Banda Aceh
Tanpa Badan Rehab–Rekon, Penanganan Bencana Aceh Hanya Retorika
Wen menilai, besarnya dampak bencana yang menyentuh sekitar 2,58 juta warga Aceh tidak sebanding dengan hasil penanganan di lapangan
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum Galasantara, Wen Rimba Raya, meminta pemerintah menghentikan pendekatan retoris dalam penanganan bencana banjir dan longsor Aceh 2025
- Wen Rimba Raya meminta pemerintah segera membuktikan komitmen melalui pembentukan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab–Rekons) Aceh
- Menurut dia, besarnya dampak bencana yang menyentuh sekitar 2,58 juta warga Aceh tidak sebanding dengan hasil penanganan di lapangan
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Umum Galasantara, Wen Rimba Raya, meminta pemerintah menghentikan pendekatan retoris dalam penanganan bencana banjir dan longsor Aceh 2025, dan segera membuktikan komitmen melalui pembentukan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab–Rekons) Aceh.
Baca juga: Pusat Perlu Tambah Alat Berat dan Personel untuk Percepat Pembersihan Lumpur Banjir di Aceh
Wen menilai, besarnya dampak bencana yang menyentuh sekitar 2,58 juta warga Aceh tidak sebanding dengan hasil penanganan di lapangan.
Bantuan darurat terus diklaim, namun pemulihan nyata berjalan lambat dan tidak terarah.
Baca juga: 300 Kayu Gelondongan di Aceh Telah Terdata Kemenhut, Akan Dipilah Supaya Bisa Dimanfaatkan
“Pemerintah sibuk menyampaikan pernyataan, tapi rakyat masih menunggu kepastian pemulihan. Retorika tidak membangun rumah, tidak memperbaiki jalan, dan tidak memulihkan ekonomi warga,” tegas Wen.
Menurutnya, pola penanganan yang terpecah di banyak lembaga justru memperlihatkan ketiadaan komando dan desain pemulihan yang jelas.
Baca juga: Wagub Aceh Dampingi Mendagri Pimpin Apel Satgas Pemulihan di Aceh Tamiang
Tanpa badan khusus, rehabilitasi dan rekonstruksi hanya menjadi slogan tahunan setiap musim bencana.
Wen menekankan bahwa negara memiliki pengalaman dan instrumen hukum untuk membentuk lembaga khusus penanganan bencana berskala besar, namun hingga kini belum digunakan untuk Aceh.
Baca juga: Sidang Perdana Maduro di AS: Wajah Cilia Flores Bengkak, Tulang Rusuk Ibu Negara Venezuela Patah
“Jika pemerintah serius, langkahnya sederhana: bentuk badan rehab–rekons dengan kewenangan jelas, anggaran terbuka, dan target waktu terukur. Selain itu hanya narasi,” ujarnya.
Galasantara menegaskan, Aceh membutuhkan kebijakan konkret yang menghentikan siklus bencana berulang, bukan sekadar konferensi pers dan kunjungan simbolik.
“Rakyat Aceh tidak butuh janji. Yang dibutuhkan adalah keputusan,” pungkas Wen.(*)
Baca juga: Detik-detik Penyelamatan Pria Paruh Baya di Aceh Tamiang, Tergeletak di Lumpur dan Masih Bernyawa
Berita Banda Aceh
penanganan banjir
banjir aceh
Banjir Landa Aceh
Rehab Rekon
Pasca Banjir
Serambi Indonesia
banjir di aceh
| Daycare Baby Preneur Ternyata Ilegal, Ini Daftar Tempat Penitipan Anak di Banda Aceh yang Berizin |
|
|---|
| DPRA Usul Pergub JKA Dicabut |
|
|---|
| Dinas Pangan Aceh Gelar Pasar Murah di Mibo, Darwati A Gani Turut Memantau |
|
|---|
| Cegah Kekerasan Anak, Iqbal Djohan Imbau Sekolah di Banda Aceh Pasang CCTV |
|
|---|
| Seorang Bayi Alami Kekerasan oleh Pengasuh Di Tempat Penitpan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Galasantara-Wen-Rimba-Raya.jpg)