Berita Banda Aceh
Wacana Pengalihan Pilkada ke DPRD, Prof Humam: Jangan Ganti dengan Mekanisme Kendali Elit
Prof Humam juga mengkritik klaim bahwa pemilihan tidak langsung akan menghasilkan pemimpin yang lebih berkualitas.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah
Menolak wacana tersebut, lanjut Prof Humam, bukan berarti menolak pembaruan. Justru sebaliknya, penolakan adalah tuntutan agar reformasi dilakukan tanpa mengorbankan hak politik paling dasar warga negara. Jika pilkada langsung dinilai bermasalah, solusinya adalah pembenahan, bukan penghapusan.
“Perketat pendanaan kampanye, tegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan perkuat pendidikan politik. Demokrasi yang cacat harus disembuhkan, bukan diganti dengan mekanisme yang lebih mudah dikendalikan oleh segelintir orang,” ujarnya.
Pada akhirnya, Prof Humam menegaskan, pertanyaannya sederhana namun menentukan: apakah negara dibangun untuk memudahkan penguasa, atau untuk memberi suara kepada warga?
“Di titik inilah, penolakan terhadap pemilihan kepala daerah yang tidak langsung menjadi bukan sekadar pilihan politik, melainkan sikap etis demi masa depan demokrasi,” pungkasnya.
| Tak Ingin Jadi Arun Jilid II, KPA Tegaskan Gas South Andaman Wajib Diolah di Aceh |
|
|---|
| KIP Aceh Masih Temukan 762 Data Pemilih Bermasalah, Didominasi Potensi WNI di Luar Negeri |
|
|---|
| DKP Aceh Gandeng KUL Perkuat Perlindungan Hiu dan Pari Terancam Punah |
|
|---|
| BBPOM Aceh Intensifkan Pembinaan Pedagang Jamu Gerobak, Temukan Produk Tanpa Izin Edar |
|
|---|
| BSI Aceh Pastikan Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman dan Benahi Layanan Penggantian Kartu ATM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Humam-Hamid-Whoosh.jpg)