Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

Polda Aceh belum Tahu Motif Bripda Muhammad Rio Jadi Tentara Bayaran Rusia

Kapolda Aceh menyebut belum mengetahui motif Bripda Muhammad Rio yang diduga bergabung jadi tentara bayaran Rusia.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Tribunnews.com
TENTARA BAYARAN RUSIA -- Bripda Muhammad Rio, anggota Brimob Polda Aceh menjadi sorotan setelah foto dan video dirinya bersama pasukan yang diduga tentara bayaran Rusia viral di media sosial. Kapolda Aceh mengaku belum mengetahui motif Rio gabung jadi tentara bayaran. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolda Aceh menyebut belum mengetahui motif Bripda Muhammad Rio yang diduga bergabung jadi tentara bayaran Rusia.
  • Rio diketahui sudah tidak aktif di Polri, pernah melanggar disiplin, dan berangkat ke luar negeri sejak Desember 2025.
  • Dugaan sementara, ia tertarik tawaran gaji tinggi, sementara Polda Aceh memperkuat kerja sama dengan Imigrasi untuk mencegah kasus serupa.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengaku pihaknya belum mengetahui motif di balik Bripda Muhammad Rio melakukan desersi dan diduga bergabung menjadi tentara bayaran Rusia

Hingga kini, pihaknya belum dapat mendalami alasan yang bersangkutan lantara belum berhasil ditemui secara langsung. 

Namun, dugaan beredar ia tertarik bergabung dengan tentara bayaran Rusia karena tawaran gaji yang tinggi. 

“Kalau motif saya belum bisa mendalami, belum ketemu orangnya,” ujar Kapolda Aceh.

“Kalau kita dengar cerita-cerita bisa aja itu (karena tertarik penghasilan lebih besar),” terang Irjen Pol Marzuki saat diwawancarai di sela-sela acara konsolidasi pelaksanaan Program MBG di Aceh di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Sabtu (17/1/2026).

Irjen Pol Marzuki menjelaskan, dari hasil pendataan awal, Bripda Rio sebenarnya memang sudah tidak aktif bertugas di Kepolisian. 

Baca juga: Sosok Bripda Muhammad Rio, Anggota Brimob Polda Aceh Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia

Di mana, yang bersangkutan tercatat mendaftar untuk keberangkatan ke luar negeri pada 8 Desember 2025. 

Sehari setelahnya, ia mengurus paspor, kemudian membeli tiket pada 18 Desember 2025.

“Tanggal 9 Desember 2025, dia buat paspor dan langsung beli tiket pada tanggal 18 Desember,” beber Kapolda.

“Tanggal 19 berangkat ke Cina, lanjut ke sana. Jadi terindikasi yang bersangkutan sudah ada di sana,” ujarnya. 

Terkait status keanggotaan, Irjen Marzuki mengungkap, bahwa Bripda Rio sebelumnya juga telah menjalani sejumlah pelanggaran disiplin dan kode etik. 

Bahkan, yang bersangkutan sudah tidak aktif secara fisik serta sudah mendapatkan hukuman beberapa kali.

Baca juga: Sosok Bripka Rio Rolando, Polisi yang Ancam Tembak dan Hajar Mantan Pacar, Ditangkap Polda Sumsel

“Sebenarnya dia sudah tidak aktif secara fisik dan sudah mendapat hukuman sebanyak tiga kali,” papar Irjen Pol Marzuki. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved