Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

HMI-IDI Aceh Hadirkan Mobile Clinic di Sejumlah Wilayah Aceh Terdampak Bencana

Di lokasi kegiatan, tim gabungan Satgas Insan Cita Rescue HMI Aceh dan IDI Wilayah Aceh memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan...

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Ketua IDI Wilayah Aceh, dr Muntadhar SpB bersama kolega dokter dan anggota Satgas Insan Cita Rescue HMI Aceh foto bersama di lokasi pengabdian. Pengabdian ini berlangsung 16-20 Januari 2026 di Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, dan Bener Meriah. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Tim Satuan Tugas (Satgas) Insan Cita Rescue Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Aceh bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh turun langsung ke lapangan untuk menghadirkan layanan ‘mobile clinic’, pengobatan gratis, serta program psikososial bagi masyarakat yang terdampak.

Kegiatan kemanusiaan itu berlangsung tiga hari, 16-20 Januari 2026, dengan menyasar sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh, antara lain, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, dan Kabupaten Bener Meriah.

Di Aceh Tengah, layanan dipusatkan di Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge.

Sedangkan di Aceh Utara, kegiatan dilaksanakan di Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang.

Di Kabupaten Bireuen, pelayanan dipusatkan di Meunasah Gampong Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan. Adapun di Kabupaten Pidie Jaya, layanan kesehatan dipusatkan di Desa Dayah Husein, Kecamatan Meurah Dua.

Di lokasi kegiatan, tim gabungan Satgas Insan Cita Rescue HMI Aceh dan IDI Wilayah Aceh memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan gratis, konsultasi dokter, pendampingan psikosisoal, hingga penyaluran bantuan sembako.

Ratusan warga tercatat memanfaatkan layanan tersebut selama kegiatan berlangsung.

Baca juga: DPW Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut dan KNPI Serahkan MCK Darurat di Aceh Tengah

Kasus ISPA

Keluhan kesehatan yang paling banyak ditemui di lokasi pengabdian adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit akibat terpapar air banjir, gangguan pencernaan, serta keluhan psikologis pascabencana.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus melalui pendampingan pemulihan psikologis.

Ketua Satgas Insan Cita Rescue HMI Aceh, Nirwanda Hendriansyah menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat terdampak.

“Turun ke lokasi bencana bukan sekadar agenda kemanusiaan, melainkan panggilan nurani. Mahasiswa harus hadir di tengah rakyat, terutama saat mereka berada dalam kondisi paling sulit,” ujarnya.

Ia tambahkan, Satgas Insan Cita Rescue HMI Aceh tidak hanya bergerak pada fase tanggap darurat, tetapi juga berupaya mengawal proses pemulihan pascabencana, khususnya pada aspek kesehatan dan pendampingan psikologis.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Aceh, dr Muntadhar SpB, menyampaikan bahwa kondisi lingkungan pascabencana sangat berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan di masyarakat.

“Keluhan yang paling banyak kami temukan adalah penyakit kulit akibat paparan air banjir yang kotor serta batuk dan flu karena cuaca lembap dan menurunnya daya tahan tubuh para penyintas bencana. Pelayanan kesehatan di lapangan sangat penting agar penyakit ringan tidak berkembang menjadi lebih serius,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved