Banjir Landa Aceh
Dua Bulan Pascabanjir, Tamiang Masih Berkubang Lumpur
Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.
Ringkasan Berita:
- Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.
- Keberadaan lumpur ini memaksa masyarakat harus bertahan di pengungsian karena akses ke pemukiman belum sepenuhnya terbuka.
- Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi menyadari persoalan lumpur dan sampah ini salah satu tantangan serius, selain sektor hunian sementara.
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Tumpukan lumpur dan sampah masih menjadi persoalan serius pascabanjir yang melanda Aceh Tamiang dua bulan lalu.
Keberadaan lumpur ini memaksa masyarakat harus bertahan di pengungsian karena akses ke pemukiman belum sepenuhnya terbuka.
Pemkab sendiri sudah berjibaku membersihkan lumpur dengan mengerahkan puluhan alat berat. Namun proses pembersihan ini belum menyentuh seluruh daerah karena damnpak kerusakan banjir yang begitu besar.
“Rumah kami belum bisa ditempati karena lumpur di dalam tidak bisa dibuang, sementara lumpur jalan di samping rumah masih tinggi,” kata Uswah, warga Kebun Tanahterban, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (26/1/2026).
Uswah mengaku sudah beberapa kali melihat alat berat masuk ke pemukimannya untuk membersihkan lumpur. Namun yang membuat dia heran, alat berat selalu menyudahi pekerjaannya ketika sudah mendekati rumahnya. “Selama lumpur di jalan tidak dibersihkan, makan daerah di sini tidak akan bersih,” ungkapnya.
Persoalan ini biasanya diatasi warga secara mandiri dengan menyewa alat berat. Tidak jarang pula negosiasi dengan operator buntu karena tarif yang dipasang tidak disanggupi warga.
“Lumpurnya sudah mulai padat, mustahil bisa dikerjakan manual, memang harus pakai alat berat,” kata Muhammad Irwan, anggota DPRK Aceh Tamiang.
Wan Tanindo, sapaannya berinisiatif mengerahkan satu unit ekskavator PC 75 untuk membantu warga. Proses pembersihan selama tiga hari ini bukan hanya di jalan umum, tapi juga mengangkut lumpur dari halaman warga.
“Sudah dua bulan, tapi kehidupan warga di sini belum normal. Padahal ini hanya berjarak beberapa meter dari kantor bupati dan DPRK Aceh Tamiang,” kata Wan Tanindo.
Politisi Gerindra ini mengatakan, alat berat tersebut akan dikerahkannya ke desa lain. Bantuan secara mandiri ini diakuinya murni membantu warga agar bisa melaksanakan puasa Ramadan di rumah.
Selain lumpur, tumpukan sampah juga menjadi tantangan serius. Sejumlah kepala desa mengaku bingung mengatasi sampah karena tidak memiliki kendaraan pengangkut sampah.
“Kebetulan kami di sini didukung sama perusahaan perkebunan kelapa sawit, mereka meminjamkan loader dan dua truk untuk mengangkut sampah,” kata Datok Penghulu Pekanseruway, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang, Arif Wildan, Senin (26/1/2026).
Kampung Pekanseruway sebenarnya tidak mengalami dampak serius terhadap banjir bandang 26 November 2026. Tapi dampak banjir ini menyebabkan operasional Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lumpuh karena armada pengangkut sampah rusak.(mad)
Normal Sebelum Puasa
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi menyadari persoalan lumpur dan sampah ini salah satu tantangan serius, selain sektor hunian sementara.
Namun dia memastikan pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu penanggulangan seiring adanya tambahan alat berat dari pemerintah pusat.
“Setiap hari kita terus bergerak, target kita tidak berubah, masyarakat harus bisa normal saat puasa nanti,” kata Armia Pahmi.(mad)
Banjir Landa Aceh
Banjir landa Aceh Tamiang
Tamiang Masih Berkubang Lumpur
Dua Bulan Pascabanjir
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Disdikbud Aceh Utara Terapkan Pembelajaran Darurat Pasca Banjir, Utamakan Keselamatan Siswa |
|
|---|
| Kadin Tinjau Pembangunan Rumah Bantuan Bagi Penyintas Banjir di Pidie jaya |
|
|---|
| Tamiang Kebut Pembangunan Huntara |
|
|---|
| Warga Lubuksidup, Aceh Tamiang Mulai Direlokasi ke Huntara |
|
|---|
| Safrizal Minta Pembangunan Jembatan Dikebut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tamiang-Masih-Berkubang-Lumpur.jpg)