Opini
Kolaborasi Calon Rektor USK untuk Peradaban Global
Universitas Syiah Kuala (USK) bukan sekadar institusi pendidikan. Ia adalah simpul harapan, mercusuar keilmuan, dan penjaga integritas berbasis
Penugasannya harus berdasarkan kesepakatan bersama (business agreement) yang jelas tentang target kinerja, ruang gerak, dan dukungan sumber daya. Ini bukan “hadiah pelipur lara,” tetapi pengoptimalan aset terbaik. Misalnya, calon dengan jaringan internasional kuat dapat memimpin Kerja Sama dan Inovasi, sementara calon dengan rekam jejak pengelolaan fakultas besar dapat memimpin bidang Akademik.
Pembentukan Dewan Strategis USK (Board of Strategic Advisors). Jika skenario Wakil Rektor tidak memungkinkan karena berbagai pertimbangan, alternatif brilian adalah membentuk Dewan Strategis yang diketuai oleh Rektor dan beranggotakan dua calon lainnya, ditambah beberapa tokoh eksternal (industri, alumni internasional).
Dewan ini bertugas memberi masukan kebijakan, mengawal rencana strategis, dan membuka jaringan. Posisi ini setara, prestisius, dan memiliki pengaruh nyata.
Skema Job-Sharing dan Portfolio-Based Leadership. Kepemimpinan tidak harus terkungkung dalam struktur formal. Tiga pimpinan ini dapat membagi portofolio proyek strategis USK berdasarkan keahlian.
Misalnya, satu memimpin proyek World Class University dan akreditasi internasional, satu memimpin pengembangan endowment dan kewirausahaan kampus, dan satu lagi memimpin program pengabdian masyarakat berbasis Syariah Islam dan kebencanaan. Mereka bertanggung jawab langsung kepada rektor dan bekerja dalam tim proyek.
Manfaat dan Dampak yang Akan Diperoleh
Skema kolaborasi ini akan menghasilkan dampak multiplier yang luar biasa:
Stabilitas dan Kontinuitas: Transisi kepemimpinan berjalan mulus karena “tim inti” sudah terbentuk dan saling memahami.
Pengambilan Keputusan yang Lebih Berkualitas: Kebijakan dihasilkan dari diskusi antar pemikir terbaik, mengurangi bias dan celah kesalahan.
Akselerasi Pencapaian Visi: Dengan pembagian tugas berdasarkan keahlian, program-program strategis dapat dijalankan secara paralel dan lebih cepat.
Meningkatkan Reputasi dan Daya Tarik: Citra USK sebagai universitas yang matang, inklusif, dan mengedepankan kebersamaan akan menarik minat calon dosen, peneliti, dan mahasiswa terbaik.
Mewujudkan Nilai Syariah Islam secara Nyata: Nilai musyawarah, keadilan, memanfaatkan potongan terbaik (al-a’lam), dan menjaga ukhuwah Islamiyah serta persatuan (shaff) dapat diimplementasikan dalam tataran manajemen modern. Ini menjadi contoh konkret bagi masyarakat Aceh.
Memanen Buah Demokrasi yang Beradab
Proses demokrasi di USK telah berjalan dengan baik, menghasilkan tiga calon terbaik. Sekarang adalah waktunya untuk memanen buah dari proses tersebut dengan cara yang cerdas dan berkelanjutan. Memilih satu rektor sambil “menganggurkan” dua kapasitas kepemimpinan terbaik lainnya adalah kemewahan yang tidak dapat ditolerir dalam kompetisi pendidikan tinggi yang ketat saat ini.
Masyarakat Aceh menaruh harapan besar pada USK. Harapan itu akan terjawab jika kepemimpinan USK ke depan mampu menyatukan potensi, bukan memecah belahnya. Kepada ketiga calon terhormat, sejarah memanggil Anda bukan hanya untuk menjadi pemenang dalam pemilihan, tetapi untuk menjadi pahlawan dalam kolaborasi.
Kepada Majelis Mawi Amanat (MWA), Senat USK dan seluruh sivitas akademika, mari jadikan momen ini sebagai lompatan budaya organisasi: dari budaya kompetisi semata menuju budaya sinergi unggulan.
Dengan menyatukan tiga kekuatan terbaik ini, USK bukan hanya siap memimpin Aceh, tetapi juga berkontribusi lebih besar lagi untuk Indonesia dan dunia, dengan landasan Syariah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Bersatu memimpin, bersama mencerahkan untuk Aceh dan Peradaban dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/apridarrr.jpg)