Banjir Landa Aceh
Tinjau Kelas Darurat Pascabencana, Mendikdasmen ‘Ngajar’ di SMPN 22 Takengon
“Kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar anak-anak.” ABDUL MU’TI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Ringkasan Berita:
- Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengunjungi SMP Negeri 22 Takengon
- Mendikdasmen meninjau langsung ruang-ruang kelas darurat yang saat ini digunakan pelajar untuk mengikuti proses pembelajaran
- Sebanyak 53 sekolah yang terdampak banjir dan longsor di dataran tinggi Gayo, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah sudah 100 persen rampung direvitalisasi
“Kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar anak-anak.” ABDUL MU’TI, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti bersama jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengunjungi SMP Negeri 22 Takengon, Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026). Sekolah tersebut merupakan salah satu yang terdampak bencana pada November 2025 lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meninjau langsung ruang-ruang kelas darurat yang saat ini digunakan pelajar untuk mengikuti proses pembelajaran. Di tengah keterbatasan sarana, sekolah tetap memanfaatkan Papan Interaktif Digital sebagai media pembelajaran digital, guna menjaga kualitas dan keberlanjutan proses belajar mengajar.
Menteri menilai pemanfaatan teknologi ini sebagai contoh adaptasi sekolah dalam menghadapi situasi darurat tanpa mengorbankan mutu pembelajaran. Tidak hanya meninjau, Mendikdasmen juga berinteraksi langsung dengan siswa melalui kegiatan mengajar di kelas.
Di kelas IX, Menteri mengajar mata pelajaran bahasa Inggris dan bernyanyi bersama memperkanalkan anatomi tubuh dalam bahasa inggris. Sementara di kelas VII dan VIII, Mu’ti turut terlibat dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menggunakan papan interaktif digital.
Suasana kelas berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan semangat belajar siswa yang tetap terjaga meski belajar di ruang darurat. “Kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar anak-anak. Yang penting anak-anak tetap bisa belajar, tetap beraktivitas, dan bertemu teman-temannya. Ini bagian dari proses pemulihan agar mereka tidak stres,” ujar Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen mengajak para pelajar dan guru untuk melakukan Senam Anak Indonesia Sehat, sebagai simbol penguatan pendidikan karakter, kebugaran jasmani, dan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya perhatian pada kesehatan fisik dan mental peserta didik pascabencana.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terdampak bencana, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal dan aman.(rn)
53 Sekolah Selesai Direvitalisasi
Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menyatakan, sebanyak 53 sekolah yang terdampak banjir dan longsor di dataran tinggi Gayo, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah sudah 100 persen rampung direvitalisasi.
"Sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah yang sudah selesai pembangunan untuk revitalisasi tahun 2025 sudah selesai 100 persen, Aceh Tengah 36 dan Bener Meriah 17 sekolah (total 53)," katanya saat meninjau sekolah terdampak bencana serta penyerahan bantuan perlengkapan sekolah, di SD 12 Bintang, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah.
Mendikdasmen mengatakan, sekolah-sekolah yang sudah selesai direvitalisasi tersebut terdiri dari SD, SMP hingga SMA, dan kini sudah dapat dimanfaatkan untuk belajar mengajar oleh para peserta didik dari dua kabupaten bertetangga tersebut.
Ia berharap, terhadap sekolah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di daerah lainnya di Aceh juga dapat segera diperbaiki atau dibangun kembali pada tahun anggaran 2026 ini. "Mudah-mudahan di 2026 ini juga bisa kita dapat prioritaskan untuk daerah-daerah terjangkau," ujarnya.(antaranews.com)
Banjir Landa Aceh
Mendikdasmen Kunjungi 3 Kabupaten di Aceh
Mendikdasmen
Kemendikdasmen
SMPN 22 Takengon
Sekolah Rakyat
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| TRK Minta Pusat Percepat Bangun 647 Huntap Bagi Korban Banjir dan Sekolah di Beutong Ateuh Nagan |
|
|---|
| Enam Bulan Pascabencana, Banyak Infrastruktur Aceh Masih Rusak |
|
|---|
| Banyak Tambak di Bireuen Beralih Fungsi |
|
|---|
| Soal Penanganan Bencana Aceh, Mualem: Aduh, Bandum Butuh Penanganan |
|
|---|
| Sawah Rusak Berat di Pidie Butuh Penanganan Segera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mendikdasmen-di-SMPN-22-Takengon.jpg)