Rabu, 20 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Jalan Gunung Salak Sudah Bisa Dilalui

Jalan lintas Bener Meriah-Aceh Utara sudah bisa dilintasi. Jalan tersebut sempat rusak dan putus akibat banjir bandang

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO
FOTO BEBERAPA WAKTU YANG LALU -- LONGSOR - Jalan di Gunung Salak, yakni lintas KKA (Aceh Utara - Bener Meriah), tepatnya KM 30 Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara longsor 
Ringkasan Berita:
  • Jalan lintas Bener Meriah-Aceh Utara sudah bisa dilintasi. Jalan tersebut sempat rusak dan putus akibat banjir bandang
  • Jalan Gunung Salak itu sudah bisa dilalui kendaraan berbadan besar. Namun, sejumlah titik masih terdapat longsor, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati
  • Sebagai informasi, saat terjadi bencana hidrometeorologi lalu tercatat ada tujuh ruas jalan amblas di lintas Bener Meriah-Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Jalan lintas Bener Meriah-Aceh Utara sudah bisa dilintasi. Jalan tersebut sempat rusak dan putus akibat banjir bandang yang melanda pada November 2025.

Meski sudah bisa dilalui, penguna jalan tetap harus waspada, terutama saat musim hujan. Melansir Kompas.com, hingga Selasa (3/2/2026), jalan Gunung Salak itu sudah bisa dilalui kendaraan berbadan besar. Namun, sejumlah titik masih terdapat longsor, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati. 

Erwin Saputra (40), warga Bener Meriah, menyebutkan, sepanjang rute jalan penghubung dua kabupaten itu sangat banyak berem jalan yang longsor pascabanjir.

“Kita berharap, Kementerian Pekerjaan Umum bisa menyempurnakan perbaikan jalan ini. Saat ini memang sudah bisa kita lewati, namun beberapa titik harus ekstra hati-hati. Silap sedikit langsung terjun ke jurang,” katanya.

Disebutkan, Jalan Gunung Salak merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan daerah tengah Aceh ke wilayah lainnya. Perbaikan jalan secara maksimal sangat dibutuhkan agar kondisinya kembali seperti sebelum bencana melanda. “Agar kami mudah mengangkut hasil pertanian ke daerah lain. Selain itu, kami daerah wisata, agar wisatawan mau datang kembali ke Aceh Tengah,” kata Erwin.

Hal senada juga disampaikan Antoni Muhammad (20), warga Bener Meriah lainnya. Ia menegaskan, akses Jalan Gunung Salak menjadi sentral penghubung yang perbaikannya harus segera disempurnakan.

Selain masalah aspal yang amblas, faktor keselamatan di malam hari menjadi sorotan warga. Kondisi jalan yang gelap dan sering berkabut kerap memicu kecelakaan maut di jalur tersebut.

“Kami memilih jalur ini karena lebih dekat ke Aceh Utara. Selain badan jalan yang longsor di sisi kiri-kanan, kami mohon juga dibantu pasang penerangan sepanjang jalur ini. Karena beberapa kali pengendara masuk jurang karena gelap dan berkabut,” ujar Antoni.

Sebagai informasi, saat terjadi bencana hidrometeorologi lalu tercatat ada tujuh ruas jalan amblas di lintas Bener Meriah-Aceh Utara. Kondisi sempat membuat daerah tengah Aceh terisolasi total.(riz)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved