Opini
Kebangkitan Petani Garam Aceh Pascaterdampak Bencana
Urgensi dan langkah strategis kebangkitan usaha garam lokal, di mana program ini dapat melibatkan sinergi bersama antara Kementerian Kelautan dan
Bangkitnya petani garam Aceh sangat dipengaruhi oleh terfasilitasinya sarana dan prasarana usaha ke depan. Rumah Garam Aceh (RGA) sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat agar dapat menghadirkan pabrik garam yang berstandar produksi SNI untuk memenuhi kebutuhan garam lokal sekaligus mendukung kebutuhan garam nasional.
Selain itu, para petani garam lokal Aceh juga sangat mengharapkan dukungan permodalan dari Kementerian UKM Republik Indonesia melalui dana bergulir atau dana stimulan sebagai penopang awal modal usaha. Hingga saat ini, para petani garam Aceh belum pernah tersentuh penguatan permodalan, termasuk dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Tenaga Kerja.
Kebangkitan petani garam Aceh bukan hanya tentang membangun kembali kolam garam yang hancur, tetapi juga tentang membangun sistem yang lebih tangguh dan modern. Kita memimpikan hadirnya Pabrik Garam Aceh berstandar SNI yang mampu mencukupi kebutuhan lokal dan nasional. Dengan dukungan dana sebesar Rp 25 miliar dan sinergi lintas sektoral, kejayaan garam lokal Aceh bukan lagi sekadar impian, melainkan masa depan yang nyata.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/T-Tansri-Jauhari-uokkl.jpg)