Lingkungan Hidup
Mahasiswa Unimal Edukasi Warga Pentingnya Pengelolaan Sampah di Lokasi KKN
Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) memasang papan edukasi sampah di Desa Kambam, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Program tersebut dilaksanakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXXVIII Kelompok 10 sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah serta mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
- Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota kelompok KKN bersama aparatur desa dan masyarakat setempat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) memasang papan edukasi sampah di Desa Kambam, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (10/2/2026).
Program tersebut dilaksanakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXXVIII Kelompok 10 sebagai upaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah serta mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota kelompok KKN bersama aparatur desa dan masyarakat setempat. Papan edukasi dipasang di titik yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah agar pesan yang disampaikan langsung menjadi pengingat bagi warga.
Penanggung jawab kegiatan, Bayu Nusantara, mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak sampah bagi lingkungan.
“Program ini kami buat untuk mengedukasi masyarakat tentang jenis-jenis sampah serta berapa lama waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai. Harapannya, masyarakat menjadi lebih sadar dan tidak lagi membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa Umuslim Nilai KKM Bermakna, Terlibat Pemulihan Pascabanjir di Bireuen
Dalam papan tersebut dicantumkan informasi klasifikasi sampah organik dan anorganik serta estimasi waktu penguraiannya. Sampah organik dapat terurai dalam hitungan minggu hingga bulan, sementara plastik membutuhkan waktu ratusan tahun.
Sekdes Kambam, Munizar, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan desa,” katanya.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian KKN PPM XXXVIII Unimal yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi dan kepedulian lingkungan. (*)
mahasiswa unimal
Pengelolaan Sampah Organik
UPTD Pengelolaan Sampah
Retribusi Pengelolaan Sampah
manajemen pengelolaan sampah
Serambinews.com
Serambinews
| TPS Idi Rayeuk Meluap, Sampah Tumpah hingga ke Badan Jalan |
|
|---|
| KTH Pesisir Indah Tanam 7.500 Bibit Mangrove di Kawasan Pesisir Hutan Adat Langsa |
|
|---|
| Sampah Plastik Cemari Sungai Bagok, Nelayan dan Petani Tambak Terancam |
|
|---|
| KPH III Teken MoU dengan AWF Memperkuat Perlindungan Kawasan Hutan Mangrove |
|
|---|
| Presiden Jokowi Teken PP Nomor 22 Tahun 2021, Limbah Batu Bara Tak Lagi Masuk Kategori B3 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mahasiswa-h9ijk.jpg)