Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Masyarakat Serbajadi Lokop Minta Jembatan Penghubung Diperbaiki

"Ya kalaupun tidak ada perbaikan permanen, harusnya jembatan bailey untuk sementara waktu agar masyarakat bisa aman saat melintasi kecamatan dan...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Jembatan penghubung antar desa dan kecamatan di Kecamatan Serbajadi Lokop patah dan ambruk usai dihantam banjir, pada November 2025 lalu, jembatan itu patah bersamaan dengan putusnya jalan penghubung, Sabtu (21/2).  

Ringkasan Berita:
  • Warga Lokop, Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan penghubung antar desa yang putus akibat banjir bandang November 2025.
  • Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Serbajadi dengan Peunaron, serta empat desa.
  • Warga terpaksa membuat jembatan darurat dari papan kayu hasil potongan pohon terbawa banjir. 
  • Warga menilai pemasangan jembatan bailey sebagai solusi sementara agar akses lalu lintas lebih aman.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Masyarakat Lokop Kecamatan Serbajadi, meminta jembatan penghubung antar desa yang putus akibat banjir, diperbaiki atau dipasang jembatan bailey.

Permintaan kitu diungkapkan masyarakat di sana pada Sabtu (21/2/2026), lantaran jembatan penghubung itu akses satu-satunya penghubung antar desa dan kecamatan di Lokop Serbajadi.

Jembatan tersebut juga yang menghubungkan antara kecamatan Serbajadi dengan Peunaron.

Salah satu warga setempat Dirman Ariga menjelaskan, bahwa jembatan tersebut terputus saat banjir bandang melanda Aceh Timur, hingga saat ini jembatan penghubung dan jalan yang putus tersebut tidak diperbaiki.

"Padahal kami sudah meminta perbaikannya kepada pemerintah setempat, namun hingga saat ini belum ada progres kemajuan apapun," papar Dirman.

Akibat jembatan penghubung putus, masyarakat yang ingin melintasi ke pusat kecamatan Serbajadi harus membuat jalur alternatif dari papan.

Papan yang didapati dari pohon yang dibawa banjir itu dipotong untuk jembatan, agar akses lalu lintas masyarakat bisa terus berlanjut.

Kendati demikian, jembatan alternatif yang terbuat dari kayu itu sangat rentan patah dan ambruk, lantaran setiap harinya banyak mobil pribadi hingga angkutan yang melintasi jalan tersebut, sehingga dibutuhkan jembatan bailey untuk akses lalu lintas berjalan normal.

"Ya kalaupun tidak ada perbaikan permanen, harusnya jembatan bailey untuk sementara waktu agar masyarakat bisa aman saat melintasi kecamatan dan desa," tuturnya.

Baca juga: Pedagang Makanan di Aceh Timur Akan Ditindak, Bila Jualan Sebelum Jam Tiga Sore

Sementara itu warga Desa Ujung Karang Sejahtera, menjelaskan bahwa jembatan yang yang ambruk di Lokop itu, merupakan jembatan strategis penghubung antar desa dan kecamatan.

Jembatan tersebut menghubungkan empat desa.

"Itu menghubungkan empat desa, dan bahkan jembatan ini juga penghubung jalan lintas Lokop dan Blang Kejren Gayo Lues," kata Sajah.

Adapun desa yang terhubung oleh jembatan  itu terdiri dari: Desa Tualang, Terujak, Ujung Karang, Lelis, dan jalan lintas Kabupaten.

Ambruknya jembatan tersebut tidak hanya berpengaruh pada akses lalu lintas masyarakat, tetapi juga memengaruhi sektor pertanian masyarakat di kecamatan Serbajadi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved