Berita Aceh Timur
Gunungan Sampah di TPS Idi Rayeuk Meluap ke Jalan
"Volume sampah memang naik drastis selama puasa. Tapi masalahnya, tumpukan ini sudah sampai ke jalan. Baunya sangat menyengat dan lalat...
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Memasuki pertengahan Ramadan 1447 H (2026 M), masalah klasik penumpukan sampah kembali menghantui pasar Kota Aceh Timur.
Pantauan di lapangan menunjukkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berlokasi di Gampong Jawa, Idi Rayeuk, kini tidak lagi mampu menampung volume limbah hingga meluap ke badan jalan, Senin (23/2/2026).
Kondisi ini menciptakan pemandangan kumuh dan aroma menyengat yang mengganggu aktivitas ekonomi warga, terutama bagi para pedagang makanan yang menjamur selama bulan suci.
Hamdan, salah seorang pedagang di kawasan Pasar Idi Rayeuk, mengungkapkan bahwa lonjakan sampah ini merupakan gabungan dari limbah rumah tangga dan sisa dagangan pedagang musiman sore hari.
"Volume sampah memang naik drastis selama puasa. Tapi masalahnya, tumpukan ini sudah sampai ke jalan. Baunya sangat menyengat dan lalat mulai berdatangan," keluh Hamdan.
Ia mengkhawatirkan dampak kesehatan dan penurunan omzet bagi pelaku usaha kuliner di sekitar lokasi.
"Kami sangat berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera bergerak. Kalau lalat sudah mengerubungi area jualan, pembeli pasti enggan singgah. Biasanya petugas cepat angkut, tapi entah kenapa Ramadan ini justru menumpuk," tambahnya.
Meluapnya TPS Gampong Jawa hanyalah puncak gunung es dari persoalan pengelolaan sampah di Aceh Timur yang belum tuntas.
Meski setiap tahun volume sampah meningkat, infrastruktur dan sistem manajemen limbah di daerah ini dinilai masih memerlukan evaluasi total.
Baca juga: Selama Ramadan Sampah Aceh Timur Tembus 85 Ton, DLH Krisis Armada
Poin krusial yang Masih Menjadi Tantangan:
Pertumbuhan populasi di Idi Rayeuk tidak dibarengi dengan penambahan armada truk pengangkut yang memadai, sehingga rotasi pengangkutan sering terlambat saat beban puncak seperti Ramadan.
Ketergantungan pada TPS tanpa sistem pemilahan di tingkat hulu membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) cepat penuh.
Belum adanya regulasi ketat atau insentif bagi warga dan pedagang untuk memisahkan sampah organik dan anorganik memperparah kondisi penumpukan di titik-titik krusial.
Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui DLH, bukan sekadar pengangkutan darurat, melainkan solusi jangka panjang agar bau di pusat kota tidak menjadi tradisi tahunan setiap bulan Ramadan.(*)
Teks foto:
TPS Idi Rayeuk membludak, sampah tutupi jalan di Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Senin (23/2/2026).
Foto: Maulidi Alfata
tempat pembuangan sampah (TPA)
tempat pembuangan sampah
Idi Rayeuk Aceh Timur
Serambinews.com
Serambinews
| Al-Farlaky Dukung Langkah Mualem Cabut Pergub JKA: Ini Bentuk Keberpihakan Pemerintah |
|
|---|
| Haji Uma Reses Ke Aceh Timur, Soroti Pengawasan Dana Desa dan Tata Ruang Wilayah |
|
|---|
| 8 Atlet Taekwondo Aceh Timur Lolos ke PORA XV, Targetkan Raih Emas di Aceh Jaya |
|
|---|
| Mahasiswa Aceh Timur Kecewa, Sebut Pemerintah Aceh Abaikan Aliansi Mahasiswa Soal Pergub No 2 |
|
|---|
| Dua Atlet Taekwondo Aceh Timur Cedera Saat Berlaga dalam Prapora di Pidie |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/TPS-Idi-Rayeuk-membeludak-sampah-tutupi-jalan-di-Gampong-Jawa-Kecamatan-Idi-Rayeuk.jpg)