Berita Banda Aceh
95 Pengajar Dayah Insan Qurani Dibekali Kurikulum Berbasis Cinta, Integrasikan Akademik dan Karakter
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan adab hingga karakter santri.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
95 Pengajar Dayah Insan Qurani Dibekali Kurikulum Berbasis Cinta, Integrasikan Akademik dan Karakter
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 95 tenaga pengajar Dayah Insan Qurani mengikuti Pelatihan Peningkatan Mutu Pengajar yang digelar di auditorium Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) Banda Aceh, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan bertema “Mengajar dengan Hati, Membangun Generasi Penuh Empati” ini menjadi langkah strategis dayah dalam memperkuat kualitas pembelajaran berbasis nilai dan karakter.
Pelatihan tersebut diikuti dewan guru dan tenaga pendidik sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan adab, spiritualitas, dan pembentukan karakter santri.
Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ust H Muzakkir Zulkifli SAg, yang sekaligus menjadi pemateri utama, menegaskan bahwa ruh cinta harus menjadi fondasi dalam setiap proses pendidikan.
“Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi membentuk jiwa dan karakter. Anak masih dalam proses tumbuh. Setiap kesalahan harus diarahkan dengan sabar. Aturan dibuat untuk dijalankan, bukan sekadar formalitas,” ujar Ust Muzakkir.
Menurutnya, ketika anak telah mencintai proses belajar dan kebaikan, pendidikan tidak lagi berjalan karena paksaan, melainkan tumbuh dari kesadaran diri.
“Jika anak sudah cinta belajar dan cinta berbuat baik, ia akan bergerak dengan kesadaran sendiri,” tambahnya.
Dalam penguatan materinya, ia memaparkan sepuluh prinsip kepengasuhan di lingkungan dayah, antara lain penanaman kejujuran (shiddiq), disiplin, kerja keras, kecintaan terhadap proses belajar,
kebersamaan, pendampingan, pelatihan kepemimpinan, semangat kompetitif yang sehat, keteraturan hidup, serta keberanian melahirkan ide-ide inovatif.
“Guru berkorban, anak belajar berjuang. Pendidikan tidak akan berhasil tanpa keseriusan kedua belah pihak,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam membentuk karakter santri. “Saat anak salah, dampingi. Saat anak lelah, kuatkan,”
“Saat anak berhasil, apresiasi. Pendampingan hari ini menentukan karakter anak di masa depan,” ujarnya.
Sesi berikutnya diisi oleh Dr Nazarullah SAg MPd, yang menyampaikan materi bertajuk “Spiritual Pedagogy: Solusi Mendidik Generasi Z dengan Cinta di Madrasah Insan Qur’ani.”
| Jelang Penyesuaian JKA 1 Mei, Warga Ramai-ramai Urus Sanggahan Desil, Operator Gampong Kewalahan |
|
|---|
| Bikin Terenyuh! Seorang Ibu di Banda Aceh Terpaksa Telepon Polisi Ngaku KDRT Gegara Kelaparan |
|
|---|
| Validasi Data JKA Dikebut, Mualem: Sinkronisasi Penting untuk Layanan Kesehatan Masyarakat |
|
|---|
| Polresta Banda Aceh Sita 70 Ribu Batang Rokok Ilegal, Ciduk Dua Mahasiswa |
|
|---|
| Jual Rokok Ilegal, Polresta Banda Aceh Geledah Asrama & Amankan 2 Mahasiswa Asal Bireuen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/95-Pengajar-Dayah-Insan-Qurani-Dibekali-Kurikulum-Berbasis-Cinta-Integrasikan-Akademik-dan-Karakter.jpg)