Berita Aceh Tamiang
Tiga Bulan Berlalu, Korban Banjir Aceh Tamiang Tagih Huntap
Tiga bulan setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025, sejumlah korban masih bertahan di tenda darurat sambil menu
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Tiga bulan pascabanjir bandang Aceh Tamiang, sejumlah korban masih tinggal di tenda darurat karena belum mendapat kepastian pembangunan huntara maupun huntap.
- Warga seperti Ponirah (69) di Kampung Landuh hidup dalam kondisi terbatas setelah rumahnya hancur, berharap kejelasan bantuan tempat tinggal dari pemerintah.
- Pemerintah melalui Kementerian PU berjanji mempercepat pembangunan huntara, namun sebagian pengungsi masih menunggu realisasi bantuan tersebut.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Tiga bulan setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang pada November 2025, sejumlah korban masih bertahan di tenda darurat sambil menunggu kepastian pembangunan hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap).
Di Kampung Landuh, Kecamatan Rantau, Minggu (1/3/2026), Ponirah (69) masih tinggal di tenda lusuh yang ia dirikan di lahan kosong di desanya.
Rumahnya hancur total saat banjir datang dan sejak itu ia bersama anak serta cucunya tidak memiliki tempat tinggal yang layak.
“Ya saya minta rumah saja. Pokoknya rumah kami bisa dibikin. Kasihan cucu saya seperti ini, kedinginan. Rumah saya hancur, tidak bisa lagi,” kata Ponirah.
Ia mengaku harus bertahan setiap hari dalam kondisi serba terbatas, menghadapi panas matahari dan debu tebal di sekitar lokasi pengungsian.
Situasi tersebut terasa semakin berat karena mereka juga menjalani ibadah puasa.
Baca juga: Sahur di Huntara 2 Aceh Tamiang, Menteri PU Janji Kejar Hunian Sementara Tuntas Sebelum Lebaran
Ponirah juga mengaku merasa kecil hati karena sebagian pengungsi lain sudah didata sebagai penerima huntap yang tengah disiapkan di Kampung Landuh.
Ia berharap pemerintah memberikan informasi yang jelas dan merata kepada warga yang belum mendapatkan kepastian bantuan.
“Kami hanya ingin ada kejelasan, supaya bisa sedikit tenang,” ujarnya.
Kondisi serupa juga terlihat di Kampung Kota Lintang Bawah, salah satu wilayah terdampak paling parah yang lokasinya tidak jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.
Hingga kini, banyak warga masih hidup dalam keterbatasan.
Kerusakan di kawasan itu masih tampak jelas. Sejumlah rumah masih tertimbun lumpur yang telah mengeras, sebagian bangunan bahkan dipenuhi semak.
Baca juga: Wamen PANRB dan LAN RI Tinjau Layanan Publik di Aceh Tamiang
Anak-anak terlihat masih beraktivitas dan mandi di sekitar puing rumah yang hancur.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo menyatakan pemerintah akan mempercepat penyelesaian huntara bagi warga terdampak di Aceh Tamiang.
| Jadi Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila, Eks Teroris Ingatkan Pancasila Rumusan Ulama |
|
|---|
| Banjir Bantuan, Aceh Tamiang Sembelih Hewan Kurban 4.191 Ekor |
|
|---|
| Kelapa Sawit Semakin Terpukul Dihantam TBS Terjun Bebas, Harga Pupuk Naik |
|
|---|
| Krisis Sumber Pangan, Hewan Ternak di Aceh Tamiang Terancam Kelaparan |
|
|---|
| Harga Sawit di Aceh Tamiang Terjun Bebas, Turun Rp1.000 Lebih Per Kg, Petani Merana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tagih-huntap-01032026.jpg)