Kupi Beungoh
Hunian Tetap Bagi Korban Bencana Alam di Bireuen Segera Terwujud
Di tengah kondisi tersebut, usaha keras pemerintah Kabupaten Bireuen agar segera dibangun Huntap telah memunculkan titik terang. Harapan bagi para
Oleh: M. Zubair, S.H.M.H, ASN Pemkab Bireuen
BENCANA banjir bandang dan tanah longsor yang melanda semua Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan beberapa dinamika kebijakan dalam penanganan pascabencana.
Perdebatan yang hangat diperbincangkan sekelompok kecil orang untuk mengiring opini publik adalah kenapa Pemerintah Kabupaten Bireuen tidak mengusulkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara).
Sementara Pemerintah Kabupaten Bireuen terus berusaha agar adanya pembangunan Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi cepat dan tepat untuk memberi kepastian tempat tinggal permanen dalam jangka panjang.
Di tengah kondisi tersebut, usaha keras pemerintah Kabupaten Bireuen agar segera dibangun Huntap telah memunculkan titik terang. Harapan bagi para korban bencana untuk memiliki hunian tetap (huntap) kini semakin nyata.
Hal ini mengemuka setelah Bupati Bireuen Mukhlis, ST melakukan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Banda Aceh pada Jumat, 6 Maret 2026 lalu.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempercepat langkah pemerintah untuk merealisasikan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana.
Pertemuan yang berlangsung secara intens antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tersebut menunjukkan adanya komitmen kuat untuk memastikan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak berhenti pada tahap tanggap darurat dan rehabilitasi semata, tetapi juga sampai pada tahap rekonstruksi yang berkelanjutan.
Hunian tetap merupakan bagian penting dari upaya rekonstruksi tersebut, karena menjadi fondasi bagi masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.
Tidak dipungkiri bencana alam sering kali menghadirkan ujian berat bagi masyarakat. Namun di sisi lain, bencana juga menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat solidaritas serta mempercepat upaya pembangunan yang lebih tangguh terhadap risiko bencana.
Dalam konteks inilah, upaya Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk merealisasikan pembangunan hunian tetap bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Bireuen memiliki makna yang sangat strategis.
Sejak bencana melanda, Pemerintah Kabupaten Bireuen telah melakukan berbagai langkah cepat untuk membantu masyarakat terdampak.
Mulai dari evakuasi korban, penyediaan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, hingga pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum. Pendataan tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan penanganan pascabencana, termasuk rencana pembangunan hunian tetap.
Namun, membangun hunian tetap bukanlah pekerjaan yang sederhana. Proses ini memerlukan koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga berbagai lembaga terkait lainnya.
Selain itu, pembangunan hunian tetap juga membutuhkan dukungan anggaran yang memadai serta kepastian lokasi yang aman dari potensi bencana di masa depan.
hunian tetap
Bireuen Bangkit Melalui Hunian Tetap
Bencana Alam di Bireuen
Serambinews.com
Serambinews
| Perang dan Damai - Bagian 12, Perpanjangan Gencatan Senjata, Persiapan Perdamaian |
|
|---|
| Saatnya Wakaf Harus Naik Kelas, Dari Aset Diam Menjadi Kekuatan Umat |
|
|---|
| PR untuk Rektor di Aceh: Alumni Universitas Menganggur Makin Tinggi |
|
|---|
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ZUBAIR-2025555.jpg)