Berita Aceh Tamiang
Masyarakat Sekerak Aceh Tamiang Butuh Jeriken dan Ember untuk Angkut Air Bersih
Tiga bulan pascabanjir bandang, warga Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Tiga bulan pascabanjir bandang, warga Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang masih kesulitan mendapatkan air bersih dan harus menempuh jarak 10 km ke PDAM Bandarpusaka.
- Masyarakat sangat membutuhkan wadah sederhana seperti ember dan jeriken untuk menampung serta mengangkut air ke rumah.
- Relawan Forum Konservasi Leuser bersama mitra menyalurkan bantuan hygien kit kepada 115 keluarga, yang disambut antusias karena ember dan jeriken menjadi kebutuhan mendesak warga.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Tiga bulan pascabanjir bandang, persoalan air bersih belum sepenuhnya teratasi di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Sejauh ini masyarakat Sekerak harus berjuang mencari air bersih ke PDAM Bandarpusaka yang berjarak kurang lebih 10 kilometer.
Keluhan itu disampaikan warga ketika tim relawan yang diinisiasi Forum Konservasi Leuser (FKL) melakukan peninjauan sekaligus distribusi bantuan di Desa Pematangdurian, Kecamatan Sekerak, sejak Jumat (6/3/2026).
Dalam pertemuan yang turut dihadiri perangkat kampung, masyarakat menjelaskan bahwa wadah untuk mengangkut air bersih.
Warga mengatakan, mereka membutuhkan wadah sederhana seperti ember dan jeriken untuk mengambil air dari aliran sungai menuju permukiman.
Tanpa peralatan itu, aktivitas sehari-hari seperti memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya menjadi sulit.
Baca juga: Forum PRB Aceh Rehab Instalasi Air Bersih di Kampung Mendale Aceh Tengah, Reje Apresiasi Donatur
Relawan Forum Konservasi Leuser, El Mahdi Angkat mengatakan, kedatangan timnya ke desa tersebut sekaligus untuk menyalurkan bantuan hygien kit kepada warga yang masih terdampak banjir.
Paket tersebut berisi perlengkapan mandi dan alat cuci yang diharapkan bisa membantu kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini bagian dari upaya membantu masyarakat Pematang Durian yang selama ini masih kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata El Mahdi, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, distribusi dilakukan bersama sejumlah lembaga, di antaranya Forum Konservasi Leuser (FKL), CRS, Cordaid, Pusaka Indonesia, serta Bina Trubus Swadaya.
Menurutnya, Kecamatan Sekerak dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang cukup parah terdampak banjir dan aksesnya tidak mudah dijangkau oleh relawan.
Untuk tahap awal, bantuan disalurkan kepada 115 kepala keluarga di Desa Pematang Durian.
Baca juga: Air Keruh, Tim PKM Unsam Langsa Bantu Filter Air Bersih ke Polindes Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
“Target keseluruhan yang sudah kita tetapkan sekitar dua ribu kepala keluarga,” ujarnya.
warga Sekerak
Jeriken
air bersih
Forum Konservasi Leuser (FKL)
Forum Konservasi Leuser
Aceh Tamiang
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Gelombang Kemarau Pascabanjir, Padi di Aceh Tamiang Kembali Terancam Gagal Panen |
|
|---|
| Wartawan Menangi Pemilihan Kepala Desa di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Ini Alasan Mantan Bupati Aceh Tamiang Hamdan Sati Gabung ke PKB |
|
|---|
| TMMD Kodim Aceh Tamiang Akhiri Jalur Maut di Sukamakmur dan Balingkarang |
|
|---|
| KPH VII Aceh Selaraskan Pengawasan Hutan dengan Peningkatan Ekonomi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-Sekerak-perlu-jeriken.jpg)