Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Bupati Bireuen Letak Batu Pertama Pembangunan 45 Huntap, Target Rampung Dalam 6 Bulan

Amatan Serambinews.com, lokasi pembangunan Huntap sudah diratakan di Dusun Matang Pasi untuk lokasi 45 unit rumah tersebut.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
BATU PERTAMA - Bupati Bireuen diwakili Asisten I Setdakab Bireuen, Kamis (12/3/2026) sore melakukan peletakan batu pertama pembangunan 45 rumah hunian tetap (Huntap) di Desa Alue Kuta, Jangka, Bireuen. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bireuen bersama Daarut Tauhid (DT) Peduli memulai pembangunan 45 unit rumah hunian tetap (Huntap) di Dusun Matang Pasi, Desa Alue Kuta, Jangka, Bireuen, Kamis (12/3/2026).
  • Rumah panggung berukuran 6x6 meter dengan biaya Rp 50 juta/unit, dibangun dalam dua tahap: 25 unit tahap pertama dan 20 unit tahap kedua, ditargetkan selesai dalam 6 bulan.
  • Fasilitas rumah: dua kamar, ruang tamu, dapur, dengan MCK komunal di sekitar kompleks.
  • Konsep bangunan dirancang tahan gempa dan banjir.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Bupati Bireuen H Mukhlis ST yang diwakili Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi SH MM menjelang berbuka puasa, Kamis (12/3/2026) melakukan peletakan batu pertama pembangunan 45 rumah
hunian tetap (Huntap) di Desa Alue Kuta, Jangka, Bireuen. 

Pembangunan rumah panggung kerjasama dengan Daarut Tauhid Peduli bagi korban bencana ekologis di Dusun Matang Pasi Gampong Alue Kuta,  Jangka.

Amatan Serambinews.com, lokasi pembangunan Huntap sudah diratakan di Dusun Matang Pasi untuk lokasi 45 unit rumah tersebut.

Peletakan batu pertama diawali pertemuan dengan ratusan warga setempat di samping kompleks Dayah Istiqamatuddin desa setempat.

Pembangunan 45 unit rumah panggung tetap bantuan DT Peduli  ditandai peletakan batu pertama oleh Bupati Bireuen, diwakili Asisten I Pemerintahan Mulyadi SH MM serta Direktur Utama DT Peduli, Jajang
Nurjaman dan sejumlah pejabat lainnya termasuk Camat Jangka Mulyadi SP MSM.

Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman mengatakan, pihaknya membangun sebanyak 45 unit rumah di Jangka.

Rumah panggung ukuran 6 x 6 meter dengan biaya Rp 50 juta/unit.

Apabila tidak ada halangan diperkirakan akan rampung 6 bulan dalam dua tahap, tahap pertama 25 unit dan tahap kedua 20 unit.

Konstruksi rumah terdapat  dua kamar dan ruang tamu, dapur untuk MCK dibangun secara komunal di sekitar
kompleks perumahan itu.

Baca juga: Mobil dari Medan Mulai Diarahkan Lewat Jembatan Awe Geutah

Huntap Dirancang Tahan Gempa dan Banjir

Dengan dibangun rumah ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak bencana banjir ini, untuk membangun kembali kehidupan lebih baik lagi.

Kemudian, rumah rumah bantuan yang dibangun mereka memiliki konsep tahan bencana gempa dan banjir.

Jika selesai nantinya, lebih aman serta ada tempat berlindung di tempat tinggi.

Setelah dibangun ,nantinya ada program pemberdayaan ekonomi dan pengetahuan nelayan.

Sesuai rencana, Dusun Matang Pasi dekat pantai ini di tata menjadi salah satu desa wisata.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved