Minggu, 26 April 2026

Berita Banda Aceh

Presidium KAHMI Aceh Ajak Kader dan Alumni Untuk Terus Memberi Kebaikan Bagi Bangsa dan Negara

Syaifullah mengajak semua kader HMI dan anggota KAHMI untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara material maupun spiritual

Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Tausiah Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Korps Alumni HMI (KAHMI) Aceh, Jumat, 13 Maret 2026, dalam rangkaian acara buka puasa bersama di Gedung Amel, Banda Aceh, yang dihadiri lebih dari 300 anggota KAHMI Aceh. 

Ringkasan Berita:Presidium Korps Alumni HMI Aceh, Syaifullah Muhammad, mengajak kader dan alumni HMI terus memberi kontribusi bagi pembangunan Aceh dan Indonesia melalui peran intelektual profetik.
 
Ajakan tersebut disampaikan dalam Tausiah Kebangsaan saat buka puasa bersama KAHMI di Banda Aceh yang dihadiri lebih dari 300 alumni.
 
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai independensi HMI yang bersumber dari tauhid serta meningkatkan kualitas spiritual dan profesional untuk kemajuan bangsa dan negara.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Syaifullah Muhammad, Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Aceh, menyampaikan bahwa peran intelektual profetik sangat penting dalam proses pembangunan untuk memajukan Aceh dan Indonesia. 

Intelektual profetik memiliki fungsi mewariskan peran kenabian untuk melakukan transformasi sosial melalui kombinasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai nubuwah (kenabian), dengan dimensi sosial dan transendental.

Untuk itu, Syaifullah mengajak para alumni HMI—yang disebutnya sebagai penjaga nalar dan pemilik hati yang jernih dalam proses pembangunan bangsa—mereaktualisasikan kembali nilai independensi HMI yang bersumber pada tauhid.

​Hal ini disampaikan dalam Tausiah Kebangsaan yang dilaksanakan oleh Korps Alumni HMI (KAHMI) Aceh, Jumat, 13 Maret 2026, dalam rangkaian acara buka puasa bersama di Gedung Amel, Banda Aceh, yang dihadiri lebih dari 300 anggota KAHMI Aceh.

Syaifullah Muhammad, Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Aceh
Syaifullah Muhammad, Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Aceh (Serambinews.com/HO)

​Dalam orasinya yang memukau selama 30 menit, Syaifullah membedah nilai independensi HMI yang mengharuskan setiap kader untuk tidak memiliki pemihakan kecuali pada kebenaran. 

Seorang kader HMI tidak boleh tunduk pada kekuatan apa pun, kecuali pada nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari Allah SWT yang diwariskan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

​Kalimat tauhid, Laa ilaha illallah, memiliki makna peniadaan dan pengecualian, makna negasi dan afirmasi.

Meniadakan semua yang ditakuti, semua yang dicintai, semua yang membelenggu, dan semua yang membuat tidak berdaya. 

Baca juga: KAHMI Nagan Raya Gelar Safari Ramadhan, Ajak Perkuat Silaturahmi

Laa ilaha adalah deklarasi kebebasan setiap muslim. Illallah mengecualikan semua kebebasan tersebut pada satu-satunya keterikatan, yaitu kepada Allah. 

"Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada yang ditakuti selain Allah, tidak ada yang dicintai kecuali Allah, tidak ada yang membelenggu kecuali Allah, kecuali nilai-nilai kebenaran dari Allah melalui Rasulullah Muhammad SAW. Nilai inilah yang menjadi sumber bagi independensi HMI," urai Syaifullah.

​"Melalui nilai independensi yang bersumber dari tauhid ini, dipadukan dengan karakter akademis, pencipta, dan pengabdi dalam tujuan HMI, akan menjadikan kader tangguh tanpa kenal menyerah; menjadi intelektual profetik yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta hilirisasi untuk transformasi sosial, kemajuan daerah, dan bangsa dengan tetap mencerminkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan dari ajaran Nabi," jelas Syaifullah, yang juga merupakan Direktur Bisnis dan Kepala ARC Nilam Universitas Syiah Kuala (USK).

​"Tauhid dan independensi akan mencegah kader HMI menjadi sekadar intelektual tukang yang menjalankan program apa adanya dengan indikator fisik, namun tidak memiliki ruh dan gersang secara spiritual," lanjut Syaifullah meyakinkan.

Baca juga: Ramadhan Penuh Kepedulian, KAHMI–HMI Tapaktuan Gelar Buka Puasa Bersama

​Untuk itu, Syaifullah mengajak semua kader HMI dan anggota KAHMI untuk meningkatkan kualitas individu, baik secara material maupun spiritual. Kader HMI harus berhasil dalam pekerjaannya di mana pun berada. 

Selain untuk kesejahteraan individu, kerja adalah ibadah untuk memberi kebaikan bagi lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara. Inilah manifestasi dari komitmen keislaman dan keindonesiaan HMI.

Menjalankan fungsi kemanusiaan

​Syaifullah memberikan lima kunci tambahan untuk berhasil dalam menjalankan fungsi kemanusiaan dalam bingkai keislaman dan kebangsaan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved