Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Tamiang

11 Ribu Ekor Sapi Mati Terdampak Banjir Bandang di Aceh Tamiang, Peternak Butuh Stimulan

11 ribu ekor sapi milik peternak di Aceh Tamiang mati akibat banjir bandang pada November 2025, membuat banyak peternak terancam bangkrut.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
ChatGPT
STIMULAN PETERNAK SAPI - Ilustrasi peternakan sapi dibuat dengan chatGPT. Peternak sapi di Aceh Tamiang butuh stimulan untuk bisa bangkit kembali usai terdampak banjir bandang di penghujung November 2025 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 11 ribu ekor sapi milik peternak di Aceh Tamiang mati akibat banjir bandang pada November 2025, membuat banyak peternak terancam bangkrut.
  • Selain kehilangan seluruh ternak, mereka juga kesulitan pakan karena lahan rumput tertimbun lumpur dan fasilitas kandang rusak.
  • Peternak berharap adanya bantuan stimulan untuk pemulihan, mengingat stok sapi di daerah kini sangat minim hingga harus dipasok dari Sumatera Utara.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Peternak sapi di Aceh Tamiang dihantui keterpurukan pascabanjir bandang pada 26 November 2025.

Ancaman kebangkrutan ini tidak terlepas dengan fakta ada 11 ribu ekor sapi milik peternak mati terdampak banjir.

"Kami sudah didata, hasil akhirnya ada 11 ribu ekor sapi milik peternak yang mati ketika banjir kemarin," kata Amran, warga Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, Sabtu (14/3/2026).

Ia menyebutkan, tak sedikit peternak mengalami kerugian 100 persen.

Artinya seluruh sapi yang dimiliki mereka sudah tak bersisa akibat hantaman gelombang banjir. Mirisnya untuk sapi yang hidup, peternak juga sudah tidak memiliki tempat layak.

Begitu juga areal sapi mencari makan juga sudah sangat minim akibat hamparan rumput sudah rusak tertimbun lumpur.

Baca juga: Peternak di Abdya Abai, Gerombolan Kerbau Berkeliaran Bebas di Jalan Raya

"Semuanya kering, kami gak tahu harus bagaimana menangani sapi," ucapnya.

Diakuinya, di awal pascabanjir ada beberapa relawan yang memberikan perhatian dengan memberikan pakan ternak. 

Bantuan ini sangat membantu karena stok pakan sudah minus dan kondisi sapi banyak yang sakit.

Namun seiring waktu berjalan, bantuan ini sudah tidak tersalurkan. 

"Kami berharap ada bantuan pemulihan, kami merasa kok kurang mendapat perhatian," ungkapnya.

Bantuan ini dinilai bukan hanya untuk membantu perekonomian peternak, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan pangan di Aceh. 

Baca juga: 11 Sapi Diserahkan Mahasiswa STIK untuk 10 Gampong di Pijay, 1 Ekor Dimasak Kuah Beulangong

Diketahui Aceh Tamiang kesulitan memenuhi stok sapi meugang program Presiden RI Prabowo karena minimnya populasi sapi. 

Situasi genting ini baru teratasi setelah belanja sapi dialihkan ke Sumatera Utara.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved