Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Singkil

Cuaca Hujan, Gelombang di Aceh Singkil Capai 1,8 Meter

Wilayah Kabupaten Aceh Singkil, yang diprediksi hujan yaitu Kecamatan Gunung Meriah

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Subur Dani
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI/Dede Rosadi
Bundaran Bank Aceh: Suasana bundaran Bank Aceh di Pulo Sarok, Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Lima kecamatan di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, diprediksi hujan ringan, Senin (16/3/2026).

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Kabupaten Aceh Singkil, yang diprediksi hujan yaitu Kecamatan Gunung Meriah. 

Baca juga: VIDEO - Jelang Lebaran, Harga Ikan di Aceh Singkil Naik Rp 5 Ribu Per Kg

Lalu Kacamatan Kota Baharu, Singkil Utara, Suro Makmur dan Kecamatan Singkohor.

Sedangkan Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kuala Baru, Singkil dan Kecamatan Pulau Banyak, berawan.  

Baca juga: VIDEO Kepala Desa di Aceh Singkil Rekam Sekdesnya Saat Mandi, Pelaku Minta Uang Rp 20 Juta

Berikutnya kecamatan Danau Paris dan Kecamatan Simpang Kanan, cerah berawan. 

Suhu rata-rata Kabupaten Aceh Singkil 23 sampai 29 derajat Celcius (⁰C). 

Sedangkan kelembapan udara antara 73 persen sampai 98 persen. 

Baca juga: PAN Aceh Salurkan Bantuan Rp 1 Miliar untuk Korban Bencana

Sementara cuaca wilayah maritim atau perairan Aceh Singkil, diprediksi hujan ringan. 

Suhu 26 ⁰C dan kelembaban relatif 84 persen. 

Baca juga: Diisukan Mati, Netanyahu Kembali Muncul dalam Video Diduga Buatan AI Sambil Seruput Kopi di Kafe

Angin berhembus dari Utara 2 knot dan arus ke Barat dengan kecepatan 85 centimeter per detik.

Gelombang diprediksi 1,8 meter. Ketinggian gelombang tersebut masuk dalam kategori sedang.

Nelayan dan warga yang melaut hati-hati. Pastikan selalu membawa perlengkapan keselamatan. 

Baca juga: Haji Uma Minta Pelaku Pelecehan Anak di Bireuen Segara di Proses Hukum, Utus Stafnya Temui Korban

Antara lain pelambung dan membawa alat komunikasi untuk menghubungi keluarga bila terjadi hal darurat.

Kemudian membawa global positioning system (GPS) untuk mengetahui posisi. 

Mengingat mengandalkan tanda-tanda alam, kadang terkendala terbatasnya jarak pandang.(*)

Baca juga: 200 Tentara AS Terluka dalam Dua Pekan Perang Iran, Sebagaian Besar Cedera Otak

Baca juga: Kapolres Pidie bersama Ketua Bhayangkari Sambangi Tiga Pos Mudik, Serahkan Bingkisan untuk Petugas

Baca juga: Kendaraan dari Medan Dialihkan ke Awe Geutah

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved