Kuliner
Sate Gurita Ajo yang tak Pernah Kehilangan Peminat
Di tengah beragam kuliner di Kota Sabang, Sate Ajo menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Warung sederhana ini dikenal luas karena menyajikan sate
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Usaha sate tersebut telah dirintis sejak 1990. Pada masa awal berjualan, menu yang ditawarkan masih terbatas pada sate ayam, sapi, serta jeroan seperti babat dan lidah.
- Perubahan mulai terjadi pada 2001, ketika hasil tangkapan gurita di perairan Sabang melimpah. Kondisi itu mendorong pemilik usaha mencoba mengolah gurita menjadi sate.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG – Di tengah beragam kuliner di Kota Sabang, Sate Ajo menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Warung sederhana ini dikenal luas karena menyajikan sate gurita, menu andalan yang kini diburu banyak pelanggan, terutama saat musim liburan.
Usaha sate tersebut telah dirintis sejak 1990. Pada masa awal berjualan, menu yang ditawarkan masih terbatas pada sate ayam, sapi, serta jeroan seperti babat dan lidah.
Perubahan mulai terjadi pada 2001, ketika hasil tangkapan gurita di perairan Sabang melimpah. Kondisi itu mendorong pemilik usaha mencoba mengolah gurita menjadi sate.
Baca juga: Tampang Zulham, Tukang Sate Provokator Penganiayaan Arjuna di Masjid Agung Sibolga, Mantan Napi
“Dulu gurita banyak sekali, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Akhirnya kami coba bikin sate, dan Alhamdulillah sampai sekarang jadi favorit,” kata Alif, anak dari Ajo, Minggu (29/3/2026).
Sejak saat itu, sate gurita perlahan menjadi menu utama yang paling diminati pelanggan. Teksturnya yang lembut dan cita rasa khas membuatnya berbeda dibandingkan sate pada umumnya.
Alif menjelaskan, kualitas bahan menjadi faktor utama dalam menjaga rasa. Gurita yang digunakan dipastikan berasal dari perairan Sabang dan dipasok secara rutin oleh nelayan melalui agen yang telah bekerja sama.
“Sudah ada agen atau pawang yang rutin memasok gurita segar dari Sabang, jadi kualitasnya tetap terjaga,” ujarnya.
Selain sate gurita, warung ini juga menyediakan berbagai pilihan lain seperti sate ayam, sapi, serta jeroan. Seluruh bahan diolah dalam kondisi segar sebelum dibakar di atas bara arang.
Dari sisi harga, Sate Ajo tergolong terjangkau. Untuk sate gurita, satu porsi berisi lima tusuk dibanderol Rp30 ribu lengkap dengan lontong. Sementara porsi jumbo berisi 10 tusuk dijual Rp55 ribu. Adapun sate jenis lain dijual Rp20 ribu per porsi.
Dengan harga tersebut, warung ini mampu menarik berbagai kalangan, baik warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Sabang.
Dalam satu hari biasa, jumlah penjualan bisa mencapai ribuan porsi. Angka itu bahkan meningkat hingga dua kali lipat saat akhir pekan.
“Kalau hari biasa bisa ribuan porsi, kalau akhir pekan bisa dua kali lipat,” kata Alif.
Tingginya minat pembeli membuat warung ini hampir tidak pernah sepi, terutama pada sore hingga malam hari.
| 12 Daftar Resep Menu Bakaran Malam Tahun Baru 2026, Lengkap dengan 15 Resep Bumbu Marinasi & Olesan |
|
|---|
| Melihat Keunikan Empee Trieng, Desa Pembuat Kue Khas Aceh di Darul Imarah |
|
|---|
| Kangen Makanan Khas Subulussalam, Puaskan Selera di Rumah Makan Kampong Tellu Senina |
|
|---|
| Mencoba Menu Autentik di Rumah Bitata Banda Aceh, Menawarkan Nostalgia Rumah Nenek |
|
|---|
| Sepekan Beroperasi, Pasar Kuliner Kampung Kesehatan Efektif Serap Tenaga Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sate-ojkmll.jpg)