Kesehatan
Tips Aman Olahraga di Usia 40 Tahun ke Atas, Hindari Cedera dan Risiko Kesehatan
Olahraga tetap penting di usia 40 tahun ke atas untuk menjaga kebugaran dan mencegah penyakit degeneratif, namun harus dilakukan dengan bijak dan
Ringkasan Berita:
- Alfa Januar Krista menekankan pentingnya menyesuaikan intensitas olahraga dengan kondisi tubuh yang menurun seiring usia.
- Pilih olahraga low impact seperti berenang atau bersepeda, terutama bagi yang memiliki berat badan berlebih.
- Hindari FOMO, pelajari teknik dengan benar, jaga hidrasi, dan jadikan olahraga sebagai aktivitas rekreasi, bukan kompetisi.
SERAMBINEWS.COM - Olahraga tetap penting di usia 40 tahun ke atas untuk menjaga kebugaran dan mencegah penyakit degeneratif, namun harus dilakukan dengan bijak dan sesuai kemampuan tubuh.
Penyesuaian intensitas, pemilihan jenis olahraga yang tepat, serta menjaga hidrasi dan teknik menjadi kunci agar terhindar dari cedera dan masalah kesehatan.
Semangat menggebu untuk memulai gaya hidup aktif di usia paruh baya harus diimbangi dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
"Kita harus tahu kemampuan tubuh kita. Semakin tua, kita enggak bisa melakukan kegiatan seperti muda dulu.
Artinya, kemampuan tubuh kita juga sudah menurun," jelas dokter konsultan ortopedi dan traumatologi, serta konsultan kaki dan pergelangan kaki di Primaya Hospital Bekasi Timur, dr Alfa Januar Krista, Sp.OT, M.Kes, FICS, AIFO-K di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Pasalnya, memaksakan diri bermanuver tajam di lapangan tanpa mempertimbangkan kondisi fisik yang sudah banyak berubah, justru berisiko memicu cedera fatal pada struktur sendi dan tulang.
Baca juga: Pelepasan Jenazah 3 Prajurit TNI di Lebanon, Kepala Pasukan UNIFIL: Mereka Tidak Akan Dilupakan
Tips aman berolahraga di usia 40 tahun
Seiring bertambahnya usia, anatomi tubuh manusia secara alamiah pasti mengalami penurunan fisiologis.
Oleh karena itu, rutinitas latihan fisik tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan wajib disesuaikan secara cermat dengan batas toleransi maksimal tubuh.
1. Turunkan itensitas dan perbanyak istirahat
Bagi individu yang pada masa mudanya sangat aktif bergerak, ekspektasi di lapanga kini harus mulai diturunkan.
Durasi dan intensitas olahraga tidak bisa lagi disamakan dengan kemampuan di usia muda yang sanggup bermain tanpa mengenal lelah.
Baca juga: Tarif Listrik PLN Mulai April 2026, Ini Rincian untuk Rumah Tangga dan Bisnis
"Disesuaikan dengan kemampuan tubuh kita. Ketika misalnya pas umur 17 tahun atau 20 tahun bisa dua jam main sepak bola, ya umur 40 tahun kita sesuaikan," ucap dr. Alfa.
2. Sesuaikan jenis olahraga dengan berat badan
Faktor penting lainnya yang sering terabaikan adalah perubahan laju metabolisme yang berujung pada penumpukan lemak.
Perut yang mulai membuncit dan berat badan yang terus melonjak tidak terkendali akan memberikan tekanan fisik yang terlampau berat pada struktur sendi penyangga tubuh.
| 9 Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Cepat Hilang dan Tak Tinggalkan Bekas, Wajib Tahu |
|
|---|
| 4 Khasiat Madu untuk Batuk, Redakan Tenggorokan Gatal Secara Alami |
|
|---|
| Sering Keputihan? Waspada, Bisa Bikin Siklus Haid Berantakan! Ini Kata dr Boyke |
|
|---|
| 8 Khasiat Buah Murbei yang Jarang Diketahui, Ampuh Jaga Jantung hingga Stabilkan Gula Darah |
|
|---|
| 6 Tips Memilih Buah Segar dan Berkualitas, Jangan Tertipu Tampilan, Pastikan Manis Alami |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/olahraga-santai03.jpg)