Minggu, 19 April 2026

Berita Subulussalam

Datangi Bappenas, Wali Kota Subulussalam Ajukan 4 Program Prioritas Jadi Proyek Strategis Nasional

"Dalam perspektif nasional, keberadaan jalan ini akan mendukung pengembangan koridor ekonomi kawasan Barat Selatan dan Tengah Provinsi Aceh sebagai...

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Proyek Strategis Nasional: Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin, mendatangi Kementerian PPN/Bappenas untuk serahkan usulan penetapan proyek strategis nasional di daerahnya, Selasa (7/4/2026). 

Peningkatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas, penguatan ketahanan pangan regional melalui kelancaran suplai bahan pangan.

Peningkatan mobilitas masyarakat termasuk akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonom.

Membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan kawasan perbatasan, mempercepat konektivitas Subulussalam-Aceh Tenggara-Sumatera Utara.

Mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan serta distribusi logistik dan menjadi jalur alternatif evakuasi bencana dan mobilitas masyarakat.

Selain itu, ruas ini akan menjadi jalur konektivitas strategis lintas kabupaten/kota dan provinsi yang menghubungkan Subulussalam dengan Aceh Tenggara serta memperkuat jaringan transportasi menuju Sumatera Utara. 

"Dalam perspektif nasional, keberadaan jalan ini akan mendukung pengembangan koridor ekonomi kawasan Barat Selatan dan Tengah Provinsi Aceh sebagai bagian dari sistem logistik regional," jelas Wali Kota Subulussalam.

2. Pembangunan Kanal Oboh sebagai pengendali banjir sungai Lae Souraya.

Program ini sangat mendesak mengingat tingginya risiko banjir tahunan yang berdampak langsung terhadap permukiman, infrastruktur, serta aktivitas ekonomi masyarakat. 

Kerugian ekonomi akibat genangan dan rusaknya lahan pertanian terus meningkat setiap tahun.

Pembangunan Kanal Oboh diharapkan menjadi solusi sistem pengendalian banjir terpadu yang mampu mengurangi risiko banjir dan melindungi kawasan permukiman.

Menjamin keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat, melindungi lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan.

Meningkatkan ketahanan lingkungan dan kualitas tata kelola sumber daya air. Kebutuhan sistem pengendalian banjir terpadu untuk perlindungan jangka panjang.

Mendukung ketahanan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan kota.

3. Penanganan Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat.

Ruas ini merupakan koridor vital yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana longsor, pohon tumbang, serta kecelakaan lalu lintas fatal. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved