Minggu, 3 Mei 2026

Berita Sabang

Harga Plastik di Sabang Melonjak hingga 80 Persen, Pedagang dan UMKM Sangat Terdampak

Harga plastik di Kota Sabang melonjak hingga 70–80 persen, membuat pedagang dan pelaku UMKM sangat terdampak.

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Aulia Prasetya
HARGA PLASTIK MELONJAK - Seorang pedagang melayani pembeli di toko plastik di Kota Sabang, di tengah kenaikan harga plastik yang melonjak tinggi mencapai hingga 80 persen dan berdampak pada daya beli masyarakat. 

Pelaku usaha kecil dan UMKM yang sebelumnya membeli dalam jumlah besar kini mulai mengurangi pembelian.

Baca juga: Harga Plastik Terus Naik, Diperkirakan Bertahan hingga Satu Tahun

“Daya beli menurun. Biasanya beli satu kilo, sekarang setengah atau seperempat saja karena harga tinggi,” katanya.

Ia mengaku kondisi tersebut turut memengaruhi omzet penjualan, terutama setelah Idul Fitri. Meski tidak terlalu besar, penurunan tetap dirasakan.

“Omzet menurun sekitar lima persen. Apalagi sekarang harga bisa berubah dalam satu hari, pagi beda, sore sudah naik lagi,” ujarnya.

Selain itu, keluhan dari pembeli juga semakin sering terjadi. 

Banyak konsumen yang belum mengetahui kenaikan harga sehingga kerap menyalahkan pedagang.

“Banyak yang mengeluh, bahkan marah karena tidak tahu harga sudah naik. Padahal kami juga mengikuti harga dari distributor,” kata Hendri.

Ia menambahkan, kenaikan harga plastik mulai terasa sejak beberapa waktu lalu.

Namun lonjakan paling signifikan terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri dan terus meningkat hingga saat ini.

Keluhan serupa disampaikan Meisina, pedagang kuliner di Sabang, yang mengaku biaya operasional usahanya meningkat tajam akibat kenaikan harga plastik.

Ia mencontohkan, harga plastik tertentu yang sebelumnya sekitar Rp4.000, kini melonjak menjadi Rp8.000 per kemasan. 

Meski demikian, ia memilih tidak menaikkan harga jual makanan demi menjaga pelanggan.

“Kalau dulu bisa pakai plastik ganda, sekarang satu saja sudah cukup,” papar dia. 

“Pembeli juga mulai mengerti karena memang banyak harga yang naik,” ujar Meisina.

Ia menambahkan, kenaikan tidak hanya terjadi pada plastik, tetapi juga merembet ke perlengkapan lain seperti sendok dan sumpit. 

Namun, ia tetap mempertahankan harga jual agar tidak membebani konsumen.

Para pelaku usaha di Sabang berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menstabilkan harga serta memastikan kelancaran pasokan plastik. 

Stabilitas distribusi dinilai menjadi kunci agar aktivitas ekonomi, khususnya sektor mikro, tidak semakin tertekan.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved