Banjir Landa Aceh
Kejar Ketertinggalan Belajar Pascabanjir, Murid SD di Aceh Tamiang Belajar Metode Berhitung Gasing
Fokus utama, kata dia adalah memastikan anak-anak tidak kehilangan fondasi kemampuan numerik akibat terputusnya proses belajar.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah murid SD di Aceh Tamiang diajarkan belajar cerdas angka dengan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan).
Pelatihan yang diinisiasi BCA ini berlangsung di SMP Negeri 1 Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (13/4/2026).
Program ini diarahkan untuk mengejar ketertinggalan kemampuan berhitung murid pascabanjir.
EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, mengatakan pendekatan yang dilakukan tidak semata mengejar nilai akademik.
Fokus utama, kata dia adalah memastikan anak-anak tidak kehilangan fondasi kemampuan numerik akibat terputusnya proses belajar.
“Dampaknya bukan hanya hari ini atau besok. Ketika anak-anak kehilangan momentum belajar, efeknya bisa terasa dua sampai sepuluh tahun ke depan sebagai fondasi kemampuan numerik mereka,” ujar Hera.
Ia menyebut kolaborasi dengan pemerintah daerah dan Yohanes Surya menjadi upaya untuk mempercepat pemulihan tersebut.
Metode Gasing dipilih karena dinilai sederhana dan mampu menjadi jalan cepat untuk membantu siswa mengejar ketertinggalan.
Program ini melibatkan sekitar 50 murid dan 10 guru.
Skema yang digunakan mendorong efek berantai, di mana peserta pelatihan diharapkan menularkan kembali metode yang didapat kepada siswa dan guru lain di sekolah.
“Harapannya, apa yang dipelajari tidak berhenti di sini. Anak-anak bisa berbagi ke teman-temannya, guru juga menyebarkan ke kelas lain,” kata Hera.
Baca juga: 4 Bulan Pascabanjir, Ratusan Sekolah di Aceh Utara Masih Belajar di Lantai
Yohanes Surya hadir langsung memandu pelatihan dengan pendekatan berhitung cepat yang praktis.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang, Sepriyanto, turut memantau pelaksanaan kegiatan.
Pelatihan ini menitikberatkan pada penguatan dasar berhitung sebagai fondasi belajar, terutama bagi siswa yang terdampak gangguan pendidikan akibat bencana. (*)
| 4 Bulan Pascabanjir, Ratusan Sekolah di Aceh Utara Masih Belajar di Lantai |
|
|---|
| Al-Farlaky Kembali Uji Publik Bantuan Rumah BNPB |
|
|---|
| Pusat Anggarkan Rp 80 Miliar Bangun Jembatan Weh Porak |
|
|---|
| Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRA Tagih Janji Kemen-PU |
|
|---|
| Jangkau Titik Kebakaran Sisa Kayu Banjir di Aceh Tamiang, Mesin Damkar Diseberangkan Pakai Perahu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Murid-SD-di-Aceh-Tamiang-antusias-mengikuti-belajar-berhitung-dengaj-metode-Gasing.jpg)