Selasa, 28 April 2026

Berita Populer

BERITA POPULER - Kisah Pemuda Aceh yang Merajai Peringkat Satu Google, Bantuan Usaha Baitul Mal

kanal Nanggroe diwarnai oleh sederet informasi inspiratif dan program pemberdayaan ekonomi yang menjadi sorotan utama bagi masyarakat Aceh. 

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Nurul Hayati
Serambinews
BERITA POPULER - Berikut rangkuman berita populer Serambinews.com dari kanal Nanggroe minggu ini, edisi 20-26 April 2026. 

Kedua korban diduga mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang mereka kendarai ditendang oleh pengendara lain yang diduga sebagai pelaku begal, sehingga terjatuh ke dalam parit.

Dua remaja telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu remaja lainnya yang masih di bawah umur turut dimintai keterangan karena berada di lokasi saat kejadian.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani SIK MKom, melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar, S.Sos., M.H., kepada Serambinews.com, Jumat (24/4/2026), menyampaikan bahwa kasus tersebut bukan murni kecelakaan tunggal, melainkan terdapat unsur pidana.

Baca selengkapnya.

6. Baitul Mal Aceh Besar Buka Pendaftaran Bantuan Usaha Individu Tahun 2026, Dibuka Mulai 22-29 April

Baitul Mal Kabupaten Aceh Besar kembali membuka pendaftaran program bantuan modal usaha berbasis individu tahun 2026 bagi masyarakat Aceh Besar.

Ketua Baitul Mal Aceh Besar, Azwir Anwar, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro sekaligus membantu mereka terbebas dari jeratan utang berbasis riba.

“Program ini memberikan stimulus berupa modal usaha kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, agar dapat mengembangkan usahanya,” katanya, Rabu (22/4/2026).

Selain bantuan modal, para penerima nantinya juga akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan usaha agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, proses pengajuan dilakukan dengan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi serta mengisi data secara daring. Selanjutnya, pihak Baitul Mal akan melakukan seleksi administrasi dan dilanjutkan dengan survei lapangan bagi calon penerima yang dinyatakan lolos.

Baca selengkapnya.

Baca juga: Jalan Penghubung Antar Desa Segera Terbuka, Bukti Nyata TMMD Reg Ke-128 di Pedalaman Aceh Timur

7. Sosok Raja Khatami asal Bireuen, Merintis Bisnis dari Muda Hingga Jatuh Cinta pada Gadis Pidie

DENGAN wajah penuh senyum saat datang, seorang sosok pemuda menyalami satu persatu orang yang duduk di meja sebuah warung kopi di Banda Aceh

Dari penampilannya terlihat keramahanannya pada malam itu. Termasuk gaya bicaranya dengan nada tenang dan tetap mempertahankan ciri khasnya untuk tersenyum.

Gayanya terlihat tenang dan tak meledak-ledak saat bicara. Sekilas bagi yang tak mengenalnya tentu tidak tahu siapa sosok pemuda ini. 

Ternyata ia tak seperti pemuda kebanyakan di usianya dengan Handphone (HP) merk terkenal iPhone yang sibuk bermain game. Enam tahun mondok sambil belajar di MTs.S Darul Ulum dan MAS Darul Ulum Banda Aceh telah membentuk karakternya.

Raja Khatami SH kini sudah berusia 30 Tahun. Pemuda asal Bireuen itu sudah mencapai level yang luar biasa dalam hidupnya meski masih berusia muda. Ia mulai merintis bisnis pada tahun 2014 atau saat ia masih berusia 18 tahun. 

Baca selengkapnya.

8. Polda Aceh Pastikan Kasus Korupsi Beasiswa 2017 Terus Berlanjut

Polda Aceh memastikan penanganan perkara tindak pidana korupsi beasiswa tahun 2017 pada BPSDM Aceh yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) masih terus berlanjut.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menjelaskan, dalam perkembangan terbaru, hasil penyidikan berkas perkara telah dikirimkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dari sejumlah berkas tersebut, dua di antaranya telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh JPU.

“Untuk dua berkas yang sudah lengkap, tersangkanya juga telah diserahkan kepada JPU,” ujar Joko, Selasa (21/4/2026).

Sementara itu, lanjut Joko, beberapa berkas lainnya masih dikembalikan oleh jaksa untuk dilengkapi. Saat ini, penyidik tengah berkoordinasi dengan instansi terkait guna meminta keterangan tambahan dari para saksi demi memenuhi petunjuk jaksa.

“Setelah seluruh petunjuk jaksa dipenuhi, berkas perkara akan segera dikirim kembali,” tambahnya.

Baca selengkapnya.

Baca juga: Jadwal Pencairan Gaji Ke-13 ASN 2026, Dikabarkan Cair Mulai Juni dan Ada Komponen Baru

9. Kasus Dua Remaja Meninggal Dunia di Peudada, Pelaku Sempat Pulang dan Saling WA Berencana Kabur

Dua pelaku yang menyerempet dua remaja asal Simpang Mamplam, Bireuen, pada Minggu (19/4/2026) malam, sempat pulang ke rumah masing-masing setelah kejadian.

Insiden tersebut menyebabkan dua korban meninggal dunia di kawasan Desa Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Bireuen.

Polisi telah mengamankan tiga remaja, yakni M Ml (18) warga Jangka, F Ys (18) warga Peusangan, serta satu remaja di bawah umur berinisial Zr (17) warga Jeumpa yang berperan sebagai saksi kunci.

Kapolres Bireuen melalui Kasat Reskrim, AKP Dedy Miswar, S.Sos., M.H., menyampaikan kepada Serambinews.com, Jumat (24/4/2026), bahwa setelah kejadian para pelaku langsung kembali ke rumah masing-masing.

Sebelum ditangkap, mereka sempat berkomunikasi melalui WhatsApp.

Dalam percakapan tersebut, para pelaku mengaku sedang dicari polisi dan berencana melarikan diri.

Mereka bahkan sempat membahas rencana kabur ke luar daerah, termasuk ke Medan.

Baca selengkapnya.

10. Merantau sejak Usia 14 Tahun, Kembali karena Deportasi

Salah seorang PMI yang dideportasi adalah Firman (39), pria asal Kabupaten Pidie. Dia mengaku sudah merantau ke Malaysia sejak usia remaja. Saat itu ia baru berumur 14 tahun. Karena terhimpit ekonomi, ia memutuskan tidak melanjutkan pendidikan dan memilih berangkat ke Malaysia untuk bekerja.

Ia masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal dengan bantuan seseorang yang dikenalnya dari kampung halaman. Saat pertama tiba di Malaysia, ia bekerja sebagai penjaga toko di kedai milik orang Aceh.

Di sana, ia mendapat upah sebesar 300 hingga 400 ringgit Malaysia (RM). Setelah tiga tahun bekerja, ia kembali ke Aceh untuk mengurus paspor dan visa.

"Lalu saya berangkat lagi dan bekerja serabutan di sana. Karena pendapatan tidak pasti, saya kemudian mendapat tawaran bekerja sebagai sopir mobil lori. Pendapatan saya lumayan, sebulan bisa mencapai 5.000 RM atau sekitar Rp 21.800.000 (Kurs 1 ringgit saat ini Rp 4.360)," kata Firman kepada Serambi.

Ia menceritakan telah bekerja di Malaysia hampir 22 tahun lamanya. Berbagai pengalaman pahit dan manis telah ia rasakan, termasuk berurusan dengan polisi dan petugas keamanan. Kini ia telah menikah dengan seorang perempuan asal Ulee Kareng, Banda Aceh.

Baca selengkapnya.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved