Opini
Konsep Kunci dalam Teori Kutub Pertumbuhan Ekonomi Aceh
Dalam pandangan Perroux, pertumbuhan ekonomi tidak terjadi di sembarang tempat, melainkan hanya di wilayah-wilayah tertentu dengan variabel yang
François Perroux memperkenalkan growth pole lebih dari tujuh dekade lalu. Gagasannya tentang pertumbuhan yang tidak merata dan pentingnya industri-industri unggulan sebagai penggerak tetap relevan hingga kini. Namun, penerapannya di Aceh masih jauh dari ideal. Terlalu sering kita terpaku pada membangun pusat-pusat pertumbuhan di atas peta, tanpa sungguh-sungguh memahami bahwa ruh dari teori ini adalah industri yang saling terkait dan efek berantai yang menyebar.
Data ekonomi Aceh menunjukkan potensi yang luar biasa: PDRB tumbuh, kemiskinan menurun, dan ketimpangan terkendali. Namun di balik angka-angka itu, masih ada 700 ribu jiwa yang hidup dalam kemiskinan, masih ada kabupaten-kabupaten terpencil yang tidak merasakan sentuhan pertumbuhan, dan masih ada efek hisap yang terus menguras sumber daya dari pinggiran ke pusat.
Membangun kutub pertumbuhan yang sejati di Aceh bukan sekadar soal membangun pelabuhan, jalan, atau kawasan industri. Ia adalah tentang membangun ekosistem industri yang utuh, memastikan setiap desa dan kabupaten mendapat manfaat dari pertumbuhan, dan menjadikan keberlanjutan sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap.
Pertanyaannya sekarang: apakah kita akan terus membangun pusat-pusat pertumbuhan yang kosong, ataukah kita akhirnya berani membangun kutub pertumbuhan yang sesungguhnya? Waktu yang akan menjawab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/APRIDAR-MEKKAH-MADINAH.jpg)