Berita Banda Aceh
Keuangan RSUZA Tidak Sehat, Utang Membengkak Rp 392 Miliar
"Kita punya beban utang cukup besar. Ini menyangkut manajemen. Terhadap beban yang sudah ada, bagaimana menutupinya?" kata anggota Pansus
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Faisal Zamzami
Menanggapi persoalan ini, Direktur RSUDZA, dr Muhazar, tidak membantah bahwa rumah sakit tersebut sedang menanggung beban utang yang mencapai ratusan miliar.
Muhazar mengaku akan melakukan pelunasan secara bertahap dan memastikan tidak akan menambah utang di tahun ini.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengupayakan pelunasan utang melalui dukungan dari pemerintah daerah dan pusat.
“Mengenai utang, tahun ini insyaallah kita tidak ada utang. Kita akan membayar bertahap utang tahun sebelumnya, tahun 2025, pada saat ada sisa lebih,” ujarnya.
“Dan kita upayakan nanti Pemda atau Pusat akan mengalokasikan dana memang khusus untuk pembayaran utang,” lanjut dia.
Lebih lanjut, Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUDZA, Teuku Hendra Faisal, mengaku beban utang Rp392 miliar tersebut sedang tahap pemeriksaan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Inspektorat.
“Beban utang memang benar kami akui Rp392 miliar itu nilai konsolidasi utang yang disampaikan oleh APIP Inspektorat kepada kami. Ini sudah ada pemeriksaan APIP Inspektorat, ini sudah masuk tahap kedua selama 12 hari. Mungkin mereka akan selesai di tanggal 14 Mei nantinya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia RSUDZA, dr Arifatul Khoirida menambahkan, bahwa rumah sakit juga berutang pada Pertamina pada saat bencana di akhir tahun 2025 lalu.
"Kita mengabiskan anggaran untuk BBM solar saat bencana banjir dulu. Setelah 15 hari genset kita hidup nonstop. Pada hari terakhir hanya menyala 5 jam," ujarnya.
"Setelah itu kita terhubung dengan Pertamina, kita mendapat ketersediaan solar. Biayanya 2 miliar dan ditanggung rumah sakit. Sekarang masih terutang," tutupnya.
| PPDI Sebut Banyak Penyandang Disabilitas Masuk Desil 5-8, Dorong Pemerintah Mutakhirkan Data |
|
|---|
| Pansus DPRA Sorot Persoalan Pelayanan RSUDZA, Singgung Soal Utang dan Ketersediaan Obat |
|
|---|
| PT PEMA Perluas Bisnis melalui Investasi Jaringan Telekomunikasi |
|
|---|
| BPOM Audit Izin Penerapan CPOB pada Rumah Pangan Olahan di Banda Aceh |
|
|---|
| Rutan Banda Aceh Tes Urine Tahanan, Pastikan Bebas Narkoba dan HP Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-Pansus-LKPJ-DPRA-memeriksa-kondisi-ruangan-RSUDZA.jpg)