Rabu, 13 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Kembangkan Budidaya Kepiting Soka, Kelompok Wanita di Aceh Tamiang Raih Omzet Rp 2 Juta per Hari

Kelompok Tani Hutan (KTH) Bungong Tanjung yang terdiri atas 15 wanita berhasil meraih omzet Rp 12 juta per pekan hasil budidaya kepiting soka

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
KEPITING SOKA – Irma Suryani menunjukkan kepiting soka siap panen yang dikembangkan kelompoknya, Senin (11/5/2026). Program ini memberi omzet Rp2 juta per hari. 

Ringkasan Berita:Kelompok Tani Hutan Bungong Tanjung di Aceh Tamiang berhasil meraih omzet sekitar Rp 2 juta per hari dari budidaya kepiting soka.
 
Program yang digagas FKL dan KPH VII Aceh ini turut membantu ekonomi perempuan pesisir, sebagian di antaranya berstatus janda.
 
Keberhasilan tersebut mendorong pengembangan budidaya kepiting soka ke kelompok lain di beberapa kecamatan.

Laporan Wartawan Serambi Indoesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Kelompok Tani Hutan (KTH) Bungong Tanjung yang terdiri atas 15 wanita berhasil meraih omzet Rp 12 juta per pekan hasil budidaya kepiting soka.

Budidaya ini dikembangkan di atas lahan kurang lebih dua rante di Kampung Tanjungkeramat, Kecamatan Bandamulia, Aceh Tamiang.

“Alhamdulilah harga lagi bagus, sekilo Rp 180 ribu,” kata Ketua KTH Bungong Tanjung, Irma Suryani, Senin (11/5/2026).

Irma menyampaikan sekali panen mereka bisa menjual 10 hingga 12 ton kepiting soka kepada agen dari Sumatera Utara. Panen ini dilakukan setiap hari.

“Kalau dirata-ratakan setiap hari kami bisa dapat dua juta,” sebutnya.

Baca juga: Musim Pasang Besar, Saatnya Berburu Kepiting di Danau Anak Laut Aceh Singkil

Menariknya kepiting soka awalnya asing bagi Irma dan anggota kelompoknya. 

Program ini pertama kali mereka dengar dari Forum Konservasi Leuser (FKL) yang berkolaborasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VII Aceh yang sedang melaksanakan program kelestarian hutan bakau di Aceh Tamiang.

“Pertama yang bingung, apa itu soka. Ternyata setelah diajari, kami semakin tertarik,” ungkapnya.

Irma mengaku program ini sangat membantu perekonomian masyarakat, terlebih sebagian anggota kelompoknya berstatus janda. 

Dia berharap FKL dan KPH VII terus mengembangkan program ini agar masyarakat pesisir bisa lebih kreatif dalam mencari nafkah.

“Kami sudah dua kali kena banjir, kemarin banjir bandang ini hancur semua, Alhamdulillah pelan-pelan dibantu lagi sama FKL dan KPH VII,” kata Irma.

Baca juga: Aceh Tamiang Maksimalkan Lahan Tidur untuk Program Ketahanan Pangan

Staf FKL, T Alfian ketika melakukan monitoring rutin menyampaikan KTH Bungong Tanjung merupakan kelompok pertama yang dipercaya mengembangkan budidaya kepiting soka

Program ini bisa dibilang sebagai bentuk apresiasi terhadap KTH Bungong Tanjung yang berkomitmen menjaga kelestarian hutan bakau.

“Mereka ini kelompok pertama yang bersedia menanam mangrove (bakau), sebagai bentuk apresiasi diberi program soka ini,” kata Alfian, Senin (11/5/2026).

Studi banding ke Sumut

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved