Senin, 18 Mei 2026

Opini

Saatnya USK Bangkit Kembali sebagai Barometer Pembangunan Peradaban dan Kesejahteraan

Tanggal 13 Mei 2026 menjadi titik balik bagi USK. Rektor Prof Mirza Tabrani SE MBA Ph D melantik empat wakil rektor

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
hand over dokumen pribadi
Prof. Dr. Apridar, S.E., M. Si, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK serta Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh. 

Oleh: Prof. Dr. Apridar, S.E., M. Si, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK serta Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh

UNIVERSITAS Syiah Kuala (USK) pernah menjadi kebanggaan Aceh. Kampus ini melahirkan pemimpin, ilmuwan, dan praktisi yang membangun daerah. Namun beberapa tahun terakhir, posisi USK mulai tergerus. Banyak kampus lain di Sumatera menunjukkan kemajuan lebih cepat. Aceh membutuhkan institusi pendidikan tinggi yang mampu menjadi barometer peradaban dan kesejahteraan. Saatnya USK bangkit kembali.

Kepemimpinan Baru dengan Energi Muda

Tanggal 13 Mei 2026 menjadi titik balik bagi USK. Rektor Prof Mirza Tabrani SE MBA Ph D melantik empat wakil rektor periode 2026-2030. Pelantikan berlangsung di Darussalam Banda Aceh. Banyak orang dari berbagai kalangan hadir. Mereka datang dari unsur akademik, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat sipil. Semua menyaksikan pergantian garda kepemimpinan dengan penuh harapan.

Apa yang membuat mereka optimis? Komposisi tim ini berbeda. Mirza Tabrani bukan rektor biasa. Beliau adalah dosen Manajemen yang mumpuni. Bidang managerial dikuasai dengan baik. Teori kepemimpinan transformasional menjelaskan bahwa pemimpin dengan kompetensi teknis dan manajerial mampu menggerakkan organisasi secara efektif. Mirza akan menerapkan ilmunya langsung untuk memimpin USK empat tahun ke depan.

Keteguhan Iran di Tengah Badai Perpecahan dan Embargo

Yang menarik adalah strateginya. Untuk dapat berlari kencang, Mirza memilih para dosen muda. Mereka memiliki integritas tinggi. Empat wakil rektor yang dilantik rata rata berusia di bawah 50 tahun. Ini energi positif untuk perubahan cepat.

Profil Wakil Rektor: Kombinasi Kompetensi dan Karakter

Wakil Rektor 1 bidang Akademik dijabat Prof Dr Heru Fahlevi SE M Sc Ak CA. Beliau adalah guru besar lulusan Jerman. Bidang akademik dikuasai secara mendalam. Karakter beliau juga baik. Sistem pendidikan Jerman terkenal dengan ketelitian dan disiplin. Heru membawa filosofi itu ke USK. Urusan akademik seperti kurikulum, mutu pembelajaran, dan akreditasi akan mendapat perhatian serius.

Wakil Rektor 2 bidang Umum dan Keuangan dijabat Dr Fairuzzabadi SE M Sc. Dosen ini cerdas dan jujur. Satu karakter kunci lainnya: taat dalam beragama. Nilai kejujuran menjadi fondasi pengelolaan keuangan universitas. Banyak institusi pendidikan tinggi terjebak dalam masalah tata kelola karena lemahnya pengawasan. Fairuzzabadi menawarkan integritas sebagai solusi.

Wakil Rektor 3 bidang Kemahasiswaan dan Alumni dijabat Dr Rina Suryani Oktari S Kep M Si FRSPH. Beliau adalah aktivis perempuan. Taat beragama. Dan memiliki banyak prestasi. Di tingkat nasional dan internasional, nama Rina sudah dikenal. Keberadaan perempuan dalam kepemimpinan USK memberikan perspektif baru. Isu kemahasiswaan seperti pengembangan bakat, kesejahteraan mahasiswa, dan hubungan alumni akan dikelola dengan pendekatan inklusif.

Wakil Rektor bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis dijabat Dr Ramzi Adriman ST M Sc IPM ASEAN Eng APEC Eng. Ramzi adalah kader dengan jaringan luas. Koneksi utamanya berada di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Jaringan ini sangat berharga. Banyak kebijakan dan pendanaan nasional yang membutuhkan akses dan pemahaman birokrasi. Ramzi membuka pintu itu untuk USK.

Mengapa USK Perlu Bangkit?

Aceh memiliki masalah struktural dalam pembangunan. Indikator kesejahteraan seperti indeks pembangunan manusia, tingkat kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi masih tertinggal dibanding provinsi lain di Sumatera. Laporan Badan Pusat Statistik Aceh tahun 2025 menunjukkan bahwa IPM Aceh berada di peringkat 27 dari 34 provinsi. Angka kemiskinan masih 14,5 persen, di atas rata rata nasional.

Pendidikan tinggi memegang peran kunci untuk mengubah angka ini. Universitas menghasilkan riset, inovasi, dan sumber daya manusia. Sebuah studi dari World Bank (2024) menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu persen dalam kualitas perguruan tinggi di suatu daerah berkontribusi pada peningkatan PDRB sebesar 0,3 persen dalam jangka waktu lima tahun. USK sebagai universitas tertua dan terbesar di Aceh wajib menjadi motor penggerak.

Namun faktanya, riset yang dihasilkan USK masih minim diterapkan di masyarakat. Paten dan produk inovasi sedikit yang dikomersialkan. Lulusan USK sering kali tidak terserap di pasar kerja lokal karena ketidakcocokan kompetensi. Ini masalah sistemik. Dan tidak bisa diselesaikan dengan cara lama.

Teori Manajemen Strategis sebagai Landasan

Michael Porter dalam teori keunggulan kompetitif menjelaskan bahwa organisasi perlu memilih strategi diferensiasi atau fokus. Untuk USK, strategi fokus pada keunggulan lokal Aceh menjadi pilihan tepat. Aceh punya budaya, kearifan lokal, dan potensi sumber daya alam yang unik. USK bisa menjadi pusat studi kebencanaan karena pengalaman tsunami. USK bisa menjadi rujukan hukum Islam dan syariat karena kekhasan Aceh.

Mirza Tabrani sebagai dosen Manajemen memahami ini. Beliau tidak akan menggunakan pendekatan generik. Penerapan ilmu manajerial dalam kepemimpinan USK berarti memetakan kekuatan internal dan peluang eksternal. Kekuatan USK adalah sumber daya dosen yang terdidik dan semangat masyarakat Aceh untuk maju. Peluang eksternal adalah kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dari Kemendikbudristek.

Dengan wakil rektor yang memiliki jaringan di kementerian, USK bisa memanfaatkan program program nasional. Misalnya program pendanaan riset kompetitif, hibah pengabdian masyarakat, dan kerja sama internasional. 

Harapan dari Berbagai Kalangan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved