Dari Beijing untuk Aceh, Dr Erfiati Adam Soroti Pentingnya ASN Kemenag yang Adaptif Global
Kata Dr. Erfiati, sangat relevan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama yang saat ini menghadapi tantangan transformasi digital
SERAMBINEWS.COM - Sumber Daya Manusia (SDM) yang inovatif, adaptif, dan mampu menghadapi perubahan global, menjadi perhatian khusus Widyaiswara Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan (BDK) Aceh Dr. Erfiati Adam, M.A., yang saat ini mengikuti Seminar on Human Resource Development Management for Indonesia di Beijing, Tiongkok, pada 13–26 Mei 2026.
Dalam forum internasional tersebut, Dr. Erfiati juga bersama Dr. Agustina, Widyaiswara BDK Palembang, sebagai delegasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang turut mengikuti rangkaian seminar dan kunjungan akademik di sejumlah institusi pendidikan dan pengembangan SDM di Tiongkok.
Melalui laporannya dari Changping, Beijing, Dr. Erfiati menilai bahwa kemajuan Tiongkok menunjukkan pentingnya investasi jangka panjang pada kualitas manusia, khususnya dalam membangun SDM yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Seminar yang diikuti oleh 35 peserta delegasi dari berbagai Kementerian dan Lembaga di Indonesia ini, membahas pengembangan SDM, tata kelola pendidikan vokasi, hingga penguatan kapasitas SDM di era digital. Menurut Dr. Erfiati, pengalaman tersebut memberikan perspektif baru tentang bagaimana negara-negara Asia mempersiapkan masa depan melalui pendidikan, riset, dan penguasaan teknologi.
“Di masa depan, kekuatan sebuah negara tidak lagi terutama ditentukan oleh sumber daya alamnya, tetapi oleh kualitas manusianya—kemampuan belajar, beradaptasi, dan menghadapi perubahan,” ujar Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, Mr. Wang Liping, dalam salah satu sesi seminar.
Pandangan tersebut, kata Dr. Erfiati, sangat relevan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama yang saat ini menghadapi tantangan transformasi digital dan perubahan pola pelayanan publik.
“ASN Kemenag tidak cukup hanya bekerja secara administratif, tetapi juga harus memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir inovatif, serta mampu merespons perubahan sosial dan teknologi dengan cepat,” ujarnya.
Selain mengikuti sesi seminar, para peserta juga melakukan kunjungan ke Beijing Vocational College of Labour and Social Security (BVCLSS), salah satu institusi pendidikan vokasi yang dinilai berhasil mengintegrasikan kebutuhan industri dengan sistem pendidikan.
Ia menjelaskan, BVCLSS berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Pemerintah Kota Beijing, serta didukung Biro Sumber Daya Manusia dan Komisi Pendidikan Kota Beijing. Model tersebut memungkinkan sinkronisasi antara pendidikan, pelatihan keterampilan, sertifikasi profesi, dan kebutuhan tenaga kerja modern.
Menurut Dr. Erfiati, model pendidikan vokasi seperti itu dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia, termasuk dalam pengembangan kompetensi ASN Kementerian Agama. Ia menilai penguatan pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta penguasaan teknologi harus menjadi prioritas agar ASN mampu memberikan pelayanan publik yang lebih efektif, profesional, dan berdaya saing.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir ASN dan generasi muda, khususnya di daerah pascakonflik seperti Aceh. Menurutnya, pengalaman masa lalu tidak boleh membuat masyarakat hanya berorientasi pada bertahan hidup, tetapi juga harus mendorong keberanian untuk berinovasi dan membuka diri terhadap perubahan.
“Dalam era kompetisi global, masyarakat tidak cukup hanya mampu bertahan, tetapi juga harus berani mengambil risiko intelektual, membangun inovasi, dan membuka diri terhadap perubahan,” katanya.
Sebagai rekomendasi, Dr. Erfiati mendorong penguatan sinergi lintas kementerian dalam pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan program up-skilling dan re-skilling, serta pengembangan SDM berbasis kebutuhan industri masa depan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan SDM harus menjadi agenda strategis Indonesia, termasuk di lingkungan ASN Kementerian Agama, agar mampu bersaing dan tetap relevan di tengah transformasi global yang berlangsung cepat.
“Masa depan akan dimenangkan oleh masyarakat yang paling cepat belajar, paling berani berubah, dan paling siap membangun manusia-manusia adaptif,” tutupnya.
Penulis : Rozza Maisyara
| Sosok Ratu Sofya, Artis Asal Aceh yang Somasi Ibu Kandung soal Honor Film: Gue Ngebiayain Emak Gue |
|
|---|
| Intelijen AS Sebut Iran Pulihkan 80 Persen Kekuatan Militer usai Serangan AS-Israel |
|
|---|
| Cara War Tiket Konser BTS World Tour Arirang di Jakarta, Penjualan Mulai 9 Juni 2026 |
|
|---|
| Ketika Balai Pengajian Mulai Tergeser oleh Dunia Digital |
|
|---|
| Aceh - Sumatra Gelap: Alarm Krisis Listrik Nasional dan Jalan Ilmiah Menuju Energi 100 Persen Stabil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Foto-bersama-delegasi-Indonesia-peserta.jpg)