Pertanian
Gerakkan Sektor Pertanian, Kementan Bangun 82 Unit Air Pump di Bireuen
Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kementerian Pertanian (Kementan) RI membangun 82 unit sarana air pump di Kabupaten Bireuen untuk mendukung sektor pertanian pascabanjir bandang yang melanda daerah tersebut.
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu ketersediaan air bagi lahan persawahan yang saat ini masih terkendala akibat belum berfungsinya jaringan irigasi secara optimal.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Bireuen, Mulyadi SE MM, Senin (1/6/2026), mengatakan pembangunan air pump merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan, khususnya di daerah yang mengalami gangguan sistem irigasi.
Menurut Mulyadi, program tersebut merupakan hasil inspeksi dan pemetaan yang dilakukan Kementerian Pertanian terhadap berbagai permasalahan pertanian di daerah.
Baca juga: UIA Bireuen Buka Pendaftaran PMB Semester Ganjil 2026, Korban Banjir Dapat Keringanan SPP
"Saat ini pembangunan 82 unit air pump sedang dikerjakan oleh kelompok tani di masing-masing lokasi dengan pengawasan tim dari Kementerian Pertanian dan Distanbun Bireuen," ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan air pump tersebut diprioritaskan untuk mendukung musim tanam gadu tahun ini dan ditargetkan selesai sebelum Juli 2026.
Lokasi pembangunan tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya Kecamatan Gandapura sebanyak 12 unit, Kutablang 10 unit, dan Makmur 10 unit. Selebihnya tersebar di sejumlah kecamatan lainnya sesuai hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.
Mulyadi mengatakan, air pump dipasang pada lokasi yang memiliki sumber air dan dapat dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Sarana tersebut memanfaatkan sumur bor dengan kedalaman maksimal 60 meter. Air kemudian dipompa ke bak penampungan sebelum dialirkan ke lahan sawah.
Secara ideal, satu unit air pump dapat melayani hingga 30 hektare lahan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan cakupan layanan rata-rata masih di bawah angka tersebut.
"Karena hamparan sawah cukup luas, sementara saluran air belum sepenuhnya normal dan belum terkoneksi dengan baik, maka target layanan 30 hektare per unit belum sepenuhnya tercapai. Namun kami terus mengupayakan agar bantuan pemerintah ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga petani tetap bisa turun ke sawah pada musim gadu," kata Mulyadi.
Ia menambahkan, sebagian besar sawah yang terdampak banjir akan memanfaatkan air pump sebagai sumber pengairan. Meski demikian, keberadaan jaringan irigasi tetap menjadi kebutuhan utama dalam mendukung kegiatan pertanian.
"Air pump ini disebarkan ke seluruh kecamatan dengan prioritas pada areal sawah yang terdampak banjir maupun lahan tadah hujan. Harapannya, petani dapat kembali menggarap sawah sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga," pungkasnya.(*)
sektor pertanian
Air Pump
Kementan Bangun Air Pump
Serambinews.com
Kementan Bangun 82 Unit Air Pump
| Abdya Juara I Lomba Inovasi Alat Teknologi Tepat Guna Tahun 2025, Pidie Posisi II |
|
|---|
| Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk Aceh Tahun 2025 Bertambah 77.428 Ton |
|
|---|
| Digempur Perluasan Kebun dan Kafe, Hamparan Sawah di Aceh Tamiang Menyusut 1.141 Ha |
|
|---|
| Kadistanbun Aceh Ajak Pemuda Bireuen Jadi Petani Milenial yang Bisa Ciptakan Lapangan Kerja |
|
|---|
| Dukung Pompanisasi Pertanian, Dandim Atam Ikut Survei Sumber Air |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mulyadi-SE-MM-Kadistanbun-Bireuen_2026_.jpg)