Berita Aceh Tamiang
Respon Bersama Berakhir, Kelompok Relawan Paparkan Capaian kepada Bupati
Laporan ini disampaikan melalui diskusi after action review (AAR) yang dilangsungkan di Kafe Jatuh Hati, Karangbaru.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Subur Dani
Ringkasan Berita:
- Sejumlah kelompok relawan, termasuk Forum Konservasi Leuser (FKL), Bina Trubus Swadaya, dan Yayasan Pusaka Indonesia, melaporkan capaian enam bulan tanggap darurat pascabanjir bandang Aceh Tamiang kepada Bupati Armia Pahmi.
- Laporan disampaikan melalui diskusi after action review (AAR) di Karangbaru.
- Relawan melaksanakan berbagai program pemulihan, seperti pembangunan MCK, distribusi makanan sehat, pemberian tas sekolah, santunan tunai, dan kegiatan lain untuk mendukung masyarakat terdampak.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah kelompok relawan melaporkan hasil capaian tanggap darurat pascabanjir bandang kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, Kamis (4/6/2026).
Laporan ini disampaikan melalui diskusi after action review (AAR) yang dilangsungkan di Kafe Jatuh Hati, Karangbaru.
“Semua hasil capaian selama enam bulan ini kami paparkan di hadapan bupati, selaku pemimpin daerah. Tujuannya untuk melakukan evaluasi sekaligus membuka diskusi tentang apa yang akan dilanjutkan ke depan,” kata El Mahdi, relawan Forum Konservasi Leuser.
Baca juga: BSI Aceh Pastikan Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman dan Benahi Layanan Penggantian Kartu ATM
Forum bersama ini dilakukan FKL bersama dua kelompok organisasi dari luar Aceh, Bina Trubus Swadaya (Jakarta) dan Yayasan Pusaka Indonesia (Medan).
Selama enam bulan, kolaborasi ini aktif membantu percepatan pemulihan di desa wilayah hulu.
“Ada beragam program yang kami tuntaskan, misalnya pembangunan MCK, distribusi makanan sehat, tas sekolah, santunan uang tunai dan beberapa kegiatan lainnya,” ucap El Mahdi.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berperan selama penanggulangan pascabanjir.
Diakuinya dampak banjir di Aceh Tamiang sangat besar karena melumpuhkan seluruh sektor.
Baca juga: 113 Kg Sabu Gagal Masuk ke Aceh, Polisi Hentikan Mobil Kurir di Sungai Raya
“Apa yang terjadi di Aceh Tamiang berbeda dengan daerah lain, di Aceh Tamiang seluruh kantor pemerintahan juga hancur, ini yang membuat penanganan perlu kerja keras,” kata Armia Pahmi.
Dia meyakinkan fokus kerja Pemkab Aceh Tamiang saat ini menuntaskan seluruh persoalan pascabanjir.
“Kebutuhan masyarakat menjadi prioritas kami, segala upaya kami maksimal agar hak warga yang terdampak banjir bisa terpenuhi,” ujarnya.
Baca juga: Gaji ke-13 ASN Bireuen Capai Rp 40 Miliar Lebih, Pencarian Sudah Mulai Dilakukan
AAR ini sendiri dibuka oleh Pj Sekda Aceh Tamiang, Syuibun Anwar dan dihadiri Plt Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Pemberdayaan Perempuan dan keluarga Berencana (DPMKPPKB), Tri Kurnia.
Puluhan perangkat kampung dan perwakilan masyarakat desa yang menjadi intervensi turut hadir. Beberapa masukan warga menjadi catatan untuk dilakukan perbaikan dan proyeksi program lanjutan.(*)
| RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Terima Bantuan Tiga Unit dari Toyota |
|
|---|
| 500 Huntap untuk Korban Banjir Aceh Tamiang Segera Rampung |
|
|---|
| Pasokan Melimpah, Harga Cabai Merah Turun di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Jadi Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila, Eks Teroris Ingatkan Pancasila Rumusan Ulama |
|
|---|
| Banjir Bantuan, Aceh Tamiang Sembelih Hewan Kurban 4.191 Ekor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AAR-ACEH-TAMIANG.jpg)