Penyuluhan
Narkoba Ancam Generasi Muda, Penyuluh Sosial di Abdya Siap Bergerak Bersama Masyarakat
Terungkapnya peredaran narkoba jenis baru di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Penyuluh Sosial pada Dinas Sosial Aceh Barat Daya, Sri Handayani, menegaskan perlunya langkah cepat, terukur, dan kolaboratif dalam upaya pencegahan.
- Menurutnya, modus peredaran narkoba saat ini semakin beragam dan sulit dikenali karena kerap dikemas menyerupai produk yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Terungkapnya peredaran narkoba jenis baru di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Menanggapi kondisi tersebut, Penyuluh Sosial pada Dinas Sosial Aceh Barat Daya, Sri Handayani, menegaskan perlunya langkah cepat, terukur, dan kolaboratif dalam upaya pencegahan.
Menurutnya, modus peredaran narkoba saat ini semakin beragam dan sulit dikenali karena kerap dikemas menyerupai produk yang dekat dengan kehidupan anak muda.
Baca juga: Narkoba Jenis Baru Happy Water dan Pod Getar Beredar di Abdya, Polres Tangkap Seorang Pengguna
“Kondisi ini menuntut langkah cepat, terukur, dan kolaboratif untuk melindungi generasi muda kita dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” ujar Sri Handayani, Rabu (10/6/2026).
Ia menekankan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama, mengingat remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, rasa ingin tahu yang tinggi, serta paparan informasi negatif dari media sosial.
“Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan bersama dari keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga sosial untuk memperkuat benteng perlindungan bagi remaja,” katanya.
Sri menyebutkan, langkah cepat yang perlu dilakukan antara lain gerakan sosialisasi darurat di lingkungan remaja. Penyuluhan mengenai bahaya narkoba jenis baru harus segera ditingkatkan di sekolah, pesantren, gampong, dan komunitas pemuda.
“Materi sosialisasi juga harus disesuaikan dengan perkembangan modus peredaran narkoba yang kini semakin modern dan terselubung,” ujarnya.
Selain itu, peran orang tua dinilai sangat penting melalui peningkatan komunikasi dengan anak, pengenalan perubahan perilaku, serta pengawasan bijak terhadap pergaulan dan penggunaan media digital.
“Keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pelaporan cepat. Masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan indikasi peredaran narkoba kepada pihak berwenang.
“Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini sebelum semakin banyak korban,” katanya.
Menurut Sri, kampanye anti-narkoba melalui media sosial juga sangat efektif karena remaja saat ini lebih dekat dengan dunia digital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/narkoba-90ojkl.jpg)