Pertambangan
Ekspor Batu Bara dari Aceh Sumbang Devisa Rp 6,9 Triliun ke APBN
Komoditas batu bara menjadi kontributor utama dalam menopang devisa ekspor Provinsi Aceh. Berdasarkan data kepabeanan, pada
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Komoditas batu bara menjadi kontributor utama dalam menopang devisa ekspor Provinsi Aceh. Berdasarkan data kepabeanan, pada tahun 2025 total devisa ekspor Aceh tercatat mencapai Rp10,84 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor batu bara menyumbang Rp6,98 triliun atau sekitar 64 persen dari keseluruhan devisa ekspor daerah.
Tren positif ekspor batu bara ini berlanjut pada periode berikutnya. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh mencatat lonjakan signifikan baik dari sisi volume maupun nilai devisa ekspor batu bara yang dikirim dari wilayah Aceh.
Pada periode akumulasi lima bulan pertama tahun 2026 (Januari–Mei), volume ekspor batu bara dari Aceh mencapai 5,38 juta ton. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, dengan nilai devisa mencapai Rp3,11 triliun.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang mencatat volume ekspor 5,26 juta ton dengan devisa Rp2,86 triliun. Sementara itu, dibandingkan tahun 2024, terjadi pemulihan yang cukup drastis dari posisi terendah 3,24 juta ton dengan nilai devisa Rp2,03 triliun.
Baca juga: Boat Nelayan Rusak Diduga Terjerat Tali Jangkar Kapal Batu Bara di Perairan Meulaboh
Meski tahun 2026 mencetak rekor tertinggi dari sisi volume, data kepabeanan menunjukkan bahwa nilai devisa tertinggi dalam lima tahun terakhir masih diraih pada tahun 2022. Saat itu, dengan volume ekspor 3,74 juta ton, devisa yang dihasilkan menembus Rp3,31 triliun. Tingginya nilai tersebut sangat dipengaruhi oleh lonjakan harga acuan batu bara di pasar global pada periode tersebut.
Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, M Rizki Baidillah, mengatakan pihaknya berkomitmen menyajikan informasi ekspor dan impor secara berkala dan transparan kepada publik.
“Melalui penyajian data yang memenuhi readiness criteria, kami ingin memberikan gambaran utuh mengenai peta kekuatan komoditas daerah. Data kinerja ekspor batu bara ini menunjukkan bahwa volume pengiriman terus mengalami pemulihan dan mencetak rekor baru, yang mencerminkan kapabilitas operasional serta ketangguhan sektor pertambangan Aceh di tengah dinamika harga pasar global,” ujarnya.
Berdasarkan analisis data kepabeanan, pergerakan volume ekspor batu bara juga dipengaruhi oleh dinamika aktivitas para pelaku usaha di lapangan. Selama ini, ekspor batu bara dari Aceh secara konsisten didominasi oleh dua perusahaan utama, yakni PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari.
Namun, pada tahun 2026 tercatat adanya dinamika baru dengan masuknya PT Media Djaya Bersama sebagai eksportir batu bara dari Aceh.
Dengan capaian rekor volume ekspor serta fluktuasi nilai devisa tersebut, data kepabeanan ini diharapkan dapat menjadi referensi objektif bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bersama untuk memotret dinamika riil sektor pertambangan, sekaligus merumuskan langkah strategis dalam tata niaga dan pengembangan nilai tambah batu bara Aceh ke depan.(*)
| Desak Kapolda Usut Dugaan Kejahatan Lingkungan PT BMU, Ketua IMN: Pencabutan Izin Bukan Akhir |
|
|---|
| Warga Beutong Ateuh Audiensi ke Gubernur Aceh - DPRA Bahas soal Tambang, Ini Permintaannya |
|
|---|
| Aktivis: Pencabutan Izin PT BMU Sudah Final, Jangan Ada Tekanan ke Mahkamah Agung |
|
|---|
| Dukung Langkah Bupati Safaruddin, Ketua DPRK: Perusahaan Tambang tak Pro Rakyat, Silahkan Pamit |
|
|---|
| Kadis ESDM Aceh: Lokasi Baru Penggalian Pasir dan Batu Perlu Secepatnya Ditetapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/batu-bara-79uiop.jpg)